Funbike Dies Maulidiah ke 9
Ikutilah FUNBIKE dalam rangka Dies Maulidiah UIN Maliki ke 9 pada 7 Juli 2013. -
Pendidikan KejujuranSementara orang masih menganggap sepele terhadap kejujuran. Padahal jujur adalah sangat penting... |
Simbol-Simbol Agama Di Negara PancasilaDi Indonesia, sebagai negara yang menganut falsafah Pancasila sepatutnya tidak perlu ada... |
Membaca PolitikTernyata tidak semua orang mampu membaca apa saja yang terkait dengan kehidupan... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Ikutilah FUNBIKE dalam rangka Dies Maulidiah UIN Maliki ke 9 pada 7 Juli 2013. -
Ikutilah ragam kegiatan dalam rangka Dies Maulidiah UIN Maliki Malang ke 9. -
Selamat dan sukses kepada Dekan Terpilih UIN Maliki Malang masa jabatan 2013 - 2017. -
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -








![]() | Hari ini | 37775 |
![]() | Kemarin | 53719 |
![]() | Minggu ini | 163113 |
![]() | Bulan ini | 620631 |
![]() | Total | 30108120 |
| Islam Mengajarkan Kehidupan Saling Memperkukuh |
|
|
|
| Sabtu, 24 Maret 2012 19:03 |
|
Dalam kehidupan ini tampaknya merupakan hal biasa orang saling bersaing, berkompetisi, dan bahkan berebut. Dalam proses-proses sosial seperti itu, maka yang kuat akan memenangkan perebutan atau kompetisi dimaksud. Sebaliknya, bagi yang lemah akan kalah dan bahkan mati. Hal demikian itu akan sangat membahayakan, tidak terkecuali, di dunia ekonomi.
Persaingan yang tidak seimbang, termasuk dalam kehidupan ekonomi, akan mengakibatkan bagi yang lemah menjadi tersingkir. Sedangkan yang kuat akan menguasai sumber-sumber ekonomi secara tidak terbatas. Itulah budaya kapitalisme yang sedang tumbuh dan berkembang di mana-mana. Sebagai gambaran nyata keadaan itu, tampak dengan jelas gedung-gedung berdiri menjulang ke langit, sementara rumah-rumah reot, bahkan gubug-gubug berdiri di sembarang tempat.
Gambaran menyedihkan lainnya, sehari-hari bisa disaksikan kendaraan mewah berseliweran, sementara pejalan kaki, khawatir takut tertabrak dari belakang, harus berhati-hati. Itu semua adalah merupakan gambaran yang sangat paradog dalam kehidupan modern, sebagai akibat kapitalisme yang tidak terkendali. Masayarat menjadi terbelah sedemikian tajam antara kelompok orag yang secara ekonomi sedemikian kuat, memiliki harta yang melimpah ruang, sementara lainnya sebatas untuk makan, mendapatkan tempat berteduh, memenuhi kebutuhan kesehatan, tidak selalu terjangkau.
Masih terkait dengan kehidupan ekonomi, bahwa dulu rakyat kecil bisa membuka bedak-bedak di depan rumah atau di pinggir jalan. Mereka berjualan kebutuhan pokok seperti beras, gula, sayur mayur, kue, dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari lainnya. Dari usaha itu, mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akan tetapi, pada akhir-akhir ini, hadirnya pemodal kuat, maka tumbuh dan berkembang pasar modern berupa alfamart, indomart dan semacamnya. Kekuatan ekonomi modern ini bersaing dengan pedagang tradisional yang sudah lama ada. Dalam persaingan ini, tentu pedagang tradisional kalah dan satu-satunya alternatif adalah menyingkir.
Islam membolehkan umatnya untuk berlomba, tetapi perlombaaan itu dalam bingkai kebaikan. Disebutkan dalam kitab suci kalimat yang indah, yaitu fastabiqul khairaat, atau berlomba-lombalah dalam kebaikan. Tentu dalam setiap perlombaan ada yang menang dan sebaliknya, ada yang kalah. Akan tetapi, mereka yang kalah pun masih berada pada posisi baik. Munculnya persaingan ------bukan perlobaan, dalam kehidupan modern, seiring hadirnya budaya kapitalisme ternyata benar-benar mematikan bagi mereka yang lemah, yang tidak memiliki modal, dan apalagi jaringan yang kuat.
Dalam Islam diajarkan bahwa antar sesama harus saling memperkukuh, termasuk dalam kehidupan ekonomi. Diingatkan bahwa, kekayaan itu jangan sampai berputar pada kelompok tertentu. Jika hal itu terjadi, maka pasar tidak akan berjalan. Bisa dibayangkan, jika uang hanya dimiliki oleh sekelompok tertentu, maka resikonya tidak akan ada orang yang membeli apapun barang yang diajual. Pasar menjadi macet, jual beli tidak akan terjadi. Sebagian akan hidup, sementara lainnya akan mati. Islam tidak menghendaki suasana seperti itu terjadi.
Persaingan pada level lokal yang tidak seimbang antara pelaku ekonomi tradisional dan modern, sebenarnya juga terjadi pada tingkat global. Persaingan global itu dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan cara-cara terselubung lewat jargon-jargon yang dianggap masuk akal, misalnya penegakkan ham, lingkungan hidup, demokrasi dan lain-lain. Jargon-jargon itu dijadikan pembenar bagi sebuah negara melakukan intervensi terhadap negara lain. Beralasan mencegah digunakannya senjata biologi misalnya, maka Irak digempur habis-habisan, sementara setelah kejadian itu senjata dimaksud ternyata tidak ditemukan. Iran dimusuhi karena mengembangkan nuklir, dan begitu pula negara-negara lainnya yang memiliki kekayaan yang sekiranya bisa direbut, selalu diperlakukan serupa. Islam tidak mengajarkan cara-cara manipulasi untuk mendapatkan keuntungan sendiri dan sebaliknya merugikan pihak lain, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Islam mengajarkan keadilan dan kebersamaan. Islam mengajarkan agar antar sesama saling menumbuh-kembangkan dan saling memperkukuh. Kemenangan bagi Islam adalah diperuntukkan bagi semua yang sama-sama berbuat baik. Segala sesuatu selalu diukur dari kebaikan bagi semua. Siapapun dan dari manapun asal muasalnya, asalkan berbuat baik dan atau tidak mencelakakan terhadap siapapun, harus diajak bersama-sama dan dimenangkan. Hal seperti itu tidak terkecuali dalam mengembangkan ekonomi. Islam melindungi semua yang berpihak pada kebaikan dan saling memperkukuh. Wallahu a’lam |