Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Di Tajikistan, Berbicara Agama Dianggap SensitifKebetulan saja, ketika nyampai di Tajikistan, saya diarahkan untuk menginap di Hotel... |
Berdiskusi dengan Duta Besar RI untuk Sudan Terkait Kerjasama PendidikanPada hari Kamis, tanggal 23 Mei 2013, Duta Besar RI untuk Sudan... |
Bersinggah di Airport Negara Muslim Kaya MinyakDi dalam perjalanan pulang dari Tajikistan dan singgah di Dubai, mau tidak... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 21803 |
![]() | Kemarin | 37422 |
![]() | Minggu ini | 215596 |
![]() | Bulan ini | 687364 |
![]() | Total | 29278531 |
| ABA Solusi Autisme |
|
|
|
| Sabtu, 16 Juni 2012 13:09 |
|
TRAINING: Liza Anwar R. Sutadi (kanan) hadir sebagai pembicara utama dalam Pelatihan Dasar Applied Behavior Analysis (ABA), (16-17/6). GEMA-Autisme bukan merupakan hal baru lagi. Namun, masih banyak orang yang beranggapan bahwa autisme adalah pertanda ketidaksempurnaan. Faktanya, orang non-autis pun tidak dapat dicap sebagai orang yang sempurna. “Anda yang tidak autis kan tidak berarti anda sempurna,” ujar Liza Anwar R. Sutadi, praktisi Applied Behavior Analysis (ABA) Indonesia.
Wanita berjilbab ini hadir sebagai pemateri dalam pelatihan dasar ABA yang diadakan oleh Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang (16-17/6). ABA adalah ilmu perilaku terapan untuk mengajarkan dan melatih seseorang agar menguasai berbagai kemampuan yang sesuai dengan standar masyarakat. ABA sendiri merupakan metode yang ditemukan dan telah diteliti oleh Prof. Ole Ivaar Lovaas. “Anak autis yang diterapi menggunakan metode ini, pada akhirnya ketika ia telah dewasa, tidak dapat dibedakan dengan anak normal pada umunya,” jelas Liza. Liza yang merupakan tim Dr. Rudy Sutadi ini menjelaskan bahwa telah banyak lembaga dunia yang mendukung metode ABA. Salah satunya adalah New York State Department of Health yang menyatakan “ABA is the only intervention recommended in autism”. Bertempat di ruang sidang Fakultas Psikologi, Liza juga mengungkapkan hal-hal yang harus dilakukan para terapis ketika mengajari atau membina anak autis. Ia mencontohkan, ketika seorang terapis meminta sang pasien mengangkat tangannya. Terapis tidak hanya berhenti dengan memerintah saja, namun ia juga memberikan tanda baik berupa colekan, kontak mata, gerak badan, dan semacamnya. (aac/nd) |