Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 510 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21803
mod_vvisit_counterKemarin37422
mod_vvisit_counterMinggu ini215596
mod_vvisit_counterBulan ini687364
mod_vvisit_counterTotal29278531
ABA Solusi Autisme PDF Cetak E-mail
Sabtu, 16 Juni 2012 13:09

TRAINING: Liza Anwar R. Sutadi (kanan) hadir sebagai pembicara utama dalam Pelatihan Dasar Applied Behavior Analysis (ABA), (16-17/6).

 

GEMA-Autisme bukan merupakan hal baru lagi. Namun, masih banyak orang yang beranggapan bahwa autisme adalah pertanda ketidaksempurnaan. Faktanya, orang non-autis pun tidak dapat dicap sebagai orang yang sempurna. “Anda yang tidak autis kan tidak berarti anda sempurna,” ujar Liza Anwar R. Sutadi, praktisi Applied Behavior Analysis (ABA) Indonesia.

 

Wanita berjilbab ini hadir sebagai pemateri dalam pelatihan dasar ABA yang diadakan oleh Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang (16-17/6). ABA adalah ilmu perilaku terapan untuk mengajarkan dan melatih seseorang agar menguasai berbagai kemampuan yang sesuai dengan standar masyarakat.

ABA sendiri merupakan metode yang ditemukan dan telah diteliti oleh Prof. Ole Ivaar Lovaas. “Anak autis yang diterapi menggunakan metode ini, pada akhirnya ketika ia telah dewasa, tidak dapat dibedakan dengan anak normal pada umunya,” jelas Liza.

Liza yang merupakan tim Dr. Rudy Sutadi ini menjelaskan bahwa telah banyak lembaga dunia yang mendukung metode ABA. Salah satunya adalah New York State Department of Health yang menyatakan “ABA is the only intervention recommended in autism”.

Bertempat di ruang sidang Fakultas Psikologi, Liza juga mengungkapkan hal-hal yang harus dilakukan para terapis ketika mengajari atau membina anak autis.

Ia mencontohkan, ketika seorang terapis meminta sang pasien mengangkat tangannya. Terapis tidak hanya berhenti dengan memerintah saja, namun ia juga memberikan tanda baik berupa colekan, kontak mata, gerak badan, dan semacamnya. (aac/nd)