Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Mencari Isyarat Keberagamaan di TajikistanInformasi pertama kali yang saya dapatkan ketika nyampai di Tajikistan adalah menyangkut... |
Mempertegas Posisi Pendidikan AgamaSepanjang sejarah kehidupan bangsa, pendidikan agama dipandang sangat penting dan strategis untuk... |
Waktu Tengah Malam Mendarat di Dushanbe, TajikistanBaru pertama kali saya ke Tajikistan. Sebelumnya, tahun lalu, pernah ke Moskow,... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 23457 |
![]() | Kemarin | 26638 |
![]() | Minggu ini | 23457 |
![]() | Bulan ini | 495225 |
![]() | Total | 29086392 |
| Berdzikir Bersama |
|
|
|
| Selasa, 19 Juni 2012 06:21 |
|
Sebagai rangkain kegiatan dies Mauludiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diselenggarakan dzikir bersama, dilaksanakan bekerjasama dengan jama’ah al Hidzmah. Hadir pada acara itu para mahasiswa, dosen dan masyarakat pada umumnya. Tidak kurang dari 10 ribu jama’ah yang hadir mengikuti kegiatan itu.
Empat kekuatan yang ingin dibangun oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional. Dipandang bahwa seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan profesional belum mencukupi. Seseorang yang kaya ilmu dan profesionalitas tinggi tanpa didasari oleh spiritual dan akhlak yang mulia, maka kekayaan itu justru akan membahayakan dirinya sendiri dan masyarakatnya.
Atas dasar keyakinan itu, maka pada momen-momen tertentu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan yang bernuansa spiritual. Dzikir bersama, sebagaimana yang dilaksanakan pada hari ahad tanggal 17 Juni 2012 dianggap merupakan bagian penting dari kegiatan spiritual itu. Apalagi peringatan dies mauludiyah juga dipandang sebagai bagian dari wujud syukur terhadap Allah swt., atas keberhasilan menunaikan amanmah, berupa mengemban dan memajukan kampus yang selama ini dilakukan bersama.
Teologi bersyukur di dalam al Qur’an yang bisa dibaca pada surat al- nashr, diajarkan bahwa manakala pertolongan Allah dan kemenangan telah datang, dan tampak orang-orang telah berduyun-duyun memasuki Islam, maka hendaknya bertasbih dengan memuji Allah dan beristighfar. Sungguh, Allah swt maha menerima taubat. Cara bersyukur tatkala dirasakan telah mendapatkan pertolongan Allah dan kemengan adalah bertasbih dengan memuji Allah dan memohon ampunan.
Hal yang banyak dilakukan oleh orang ketika merayakan ulang tahun adalah melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan, seperti menyelenggarakan bazar, pertandingan olah raga, kesenian, pesta bersama, dan hal-hal lainnya sebagai ekspresi kegembiraannya itu. Islam ternyata melalui al Qur’an memberikan petunjuk tentang bagaimana bersyukur, ialah dengan bertasbih dengan memuji Allah dan beristighfar. Kegiatan itu ternyata memiliki makna ganda, yaitu selain mendapatkan kepuasan spiritual, juga sebagai media untuk menyambung sillaturrahmi di antara warga kampus dan masyarakat luas.
Dalam Islam diajarkan bahwa semua kegiatan harus dikaitkan dengan kekuatan transendental. Apa saja harus dimulai dengan basmallah dan diakhiri dengan hamdallah. Begitu pula dalam pelaksanaan kegiatan itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan sabar. Bentuk dan orientasi kegiatan seperti itu dilaksanakan secara istikomah hingga lama kelamaan diharapkan menjadi kebiasaan, kultur, dan akhirnya terbangun sebuah peradaban yang masyarakatnya hidup damai, tenteram dan bahagia.
Perguruan tinggi Islam, semacam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak cukup hanya sebatas menyelenggarakan kegiatan akademik seperti kuliah, diskusi, seminar, penelitian di laboratorium dan lapangan, serta melakukan pengabdian masyarakat. Untuk membangun manusia yang utuh, kegiatan tersebut harus disempurnakan dengan berbagai kegiatan lainnya, untuk menumbuh-kembangkan semua aspek kehidupan manusia, ------termasuk berdzikir, hingga mencakup seluruhnya, untuk menuju kesempurnaan. Wallahu ‘alam. |