Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Bersinggah di Airport Negara Muslim Kaya MinyakDi dalam perjalanan pulang dari Tajikistan dan singgah di Dubai, mau tidak... |
Tatkala Berada di Negeri Muslim Minim Masjid dan Suara AdzanSelama enam hari di Tajikistan, saya tidak pernah mendengar suara adzan. Masjid... |
Menangkap Pesan IDB Tentang Problem SosialSebelum acara konferensi yang diselenggarakan oleh IDB di Tajikistan secara resmi dibuka,... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 38406 |
![]() | Kemarin | 30712 |
![]() | Minggu ini | 152511 |
![]() | Bulan ini | 624279 |
![]() | Total | 29215446 |
| Seharusnya PTAIN Segera Berpikir Mi'raj |
|
|
|
| Rabu, 20 Juni 2012 05:04 |
|
Setiap tahun umat Islam, termasuk keluarga besar PTAIN memperingati isra’ mi’raj Nabi Muhammad saw. Dalam peringatan itu selalu diulas tentang bagaimana nabi melakukan perjalanan di waktu malam hari, dari Masjid al Haram ke Masjid Aqsha. Perjalanan itu kemudian diteruskan naik ke langit lapis tujuh hingga Sidratul Muntaha.
Pada setiap kali peringatan itu maka selalu diulas berbagai makna penting dari perjalanan yang hanya bisa dipahami dan diyakini kebenarannya oleh orang-orang yang beriman secara mantap. Namun pertanyaannya adalah, adakah inspirasi yang berhasil ditangkap , selain risalah shalat lima waktu yang harus dijalani oleh umat Islam sebagai salah satu pertanda keimanan dan ke-Islamannya.
Diterangkan bahwa dalam perjalanan di malam hari itu, nabi didampingi oleh Malaikat Jibril, ialah makhluk Allah yang berkaitan dengan wahyu. Selain itu nabi, diajak untuk naik langit hingga berlapis tujuh. Menurut kisahnya, dalam perjalanan itu, nabi dipertemukan dengan beberapa rasul terdahulu. Selain itu, nabi juga diperlihatkan berbagai peristiwa yang tidak akan mungkin dilihat dan ditemui di alam dunia, seperti sorga dan bahkan juga neraka.
Peristiwa itu merupakan sesuatu yang dahsyat, dan tentu memiliki kekuatan untuk menumbuh-kembangkan imajinasi dan inspirasi bagi siapapun yang mengetahui dan atau mendengarkannya. Demikian pula, berdasar istilah isra’ itu sendiri, mestinya juga memberikan kesadaran yang mendalam kepada kaum muslimin untuk bercita-cita bergerak naik pada posisi tertinggi yang memungkinkan bisa dijalaninya.
Bagi para ilmuwan, peristiwa mi’raj seharusnya memberikan kekuatan imajinasi yang luar biasa. Islam, dengan Mi’raj nabi itu, membuka mata umatnya untuk menggali ilmu pengetahuan seluas dan setinggi-tingginya. Ilmu pengetahuan tidak cukup digali dan dikembangkan melalui observasi, eksperimentasi, dan penalaran logis, tetapi juga seharusnya diperoleh melalui sumber-sumber yang bersifat transendental, baik berupa kitab suci dan sejarah kehidupan nabi itu sendiri.
Selain itu, lewat peristiwa mi’raj bisa ditangkap bahwa ilmu pengetahuan yang seharusnya dikaji dan dijelajahi oleh umat Islam sedemikian luas wilayahnya. Umat Islam diajak untuk menghayati perjalanan yang sedemikian cepat, menembus wilayah yang secara akal sulit dijangkau dan dipahami. Melalui peristiwa itu pula, nabi ditunjukkan tentang langit yang sebenarnya, disebut berlapis tujuh. Tambahan lagi, bahwa mi’raj nabi juga memberikan bukti bahwa manusia yang telah mati, ------beberapa rasul terdahulu, ternyata masih hidup kembali.
Gambaran tersebut itu mestinya menumbuh-kembangkan inspirasi kepada perguruan tinggi Islam untuk menampakkan dirinya hingga benar-benar menjadi lembaga ilmu yang memiliki keunggulan dibanding perguruan tinggi lainnya. Perguruan tinggi Islam memiliki seorang tauladan, ------seorang rasul, yang telah menjelajah jagad raya yang tidak akan pernah dialami oleh satu pun manusia lainnya. Perguruan tinggi Islam, dengan demikian, memiliki contoh, anutan, tauladan, inspirator berupa manusia hebat dan amat sempurna.
Mengenal peristiwa mi’raj dan selalu memperingatinya pada setiap tahun, akan tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari kegiatan itu, maka akan sia-sia dan bahkan disebut keterlaluan. Peringatan isra’ dan mi’raj seharusnya dijadikan momentum untuk bangkit atau bahkan melakukan mi’raj, sekalipun dalam batas-batas pengertian simbolik, sebagai upaya memajukan umat Islam. Mi’raj Perguruan tinggi Islam harus meliputi berbagai aspeknya, baik menyangkut kelembagaan, manajemen, kepemimpinan, metodologi pengembangan keilmuannya, dan bahkan juga wilayah kajiannya, yang seharusnya luas dan berorientasi pada mutu atau kualitas.
Perguruan tinggi Islam yang masih selalu tertinggal, dan hanya dilihat dengan sebelah mata oleh banyak kalangan, sebenarnya adalah sebagai akibat kegagalannya dalam menangkap pesan mi’raj yang dijani oleh Rasulullah sebelum hijrah ke Madinah. Oleh karena itu, perguruan tinggi Islam harus segera mi’raj sebagaimana hal itu dilakukan oleh Rassulnya. Institusi ini tidak boleh terkungkung dan atau terbelenggu oleh pandangannya sendiri, hingga mengakibatkan tertinggal dan hampir-hampir kehilangan relevansi terhadap kehidupan nyata sebagaimana yang telah lama dirasakan selama ini. PTAIN harus bangkit dan bahkan melakukan mi’raj. Wallahu a’lam. |