Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 328 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini15680
mod_vvisit_counterKemarin26624
mod_vvisit_counterMinggu ini15680
mod_vvisit_counterBulan ini707865
mod_vvisit_counterTotal29299032
Seharusnya PTAIN Segera Berpikir Mi'raj PDF Cetak E-mail
Rabu, 20 Juni 2012 05:04

 

Setiap tahun umat Islam, termasuk keluarga besar PTAIN memperingati isra’ mi’raj Nabi Muhammad saw. Dalam peringatan itu selalu diulas tentang bagaimana nabi melakukan perjalanan di waktu malam hari,  dari Masjid al Haram ke Masjid Aqsha. Perjalanan itu kemudian diteruskan  naik ke langit lapis tujuh hingga Sidratul Muntaha.

 

Pada setiap kali peringatan itu maka selalu  diulas  berbagai makna penting dari perjalanan yang hanya bisa dipahami dan diyakini kebenarannya oleh orang-orang yang beriman secara mantap.  Namun pertanyaannya adalah,  adakah  inspirasi yang berhasil ditangkap , selain risalah shalat lima waktu yang harus dijalani oleh umat Islam sebagai salah satu pertanda keimanan dan ke-Islamannya.

 

Diterangkan bahwa dalam perjalanan di malam hari itu, nabi didampingi oleh Malaikat Jibril, ialah makhluk Allah yang berkaitan dengan wahyu. Selain itu nabi, diajak untuk naik langit hingga berlapis tujuh.  Menurut kisahnya, dalam perjalanan itu, nabi dipertemukan dengan beberapa  rasul  terdahulu. Selain itu, nabi juga diperlihatkan berbagai peristiwa yang tidak akan mungkin dilihat dan ditemui di alam dunia, seperti sorga dan bahkan juga neraka.

 

Peristiwa itu merupakan sesuatu yang dahsyat,   dan tentu  memiliki  kekuatan untuk menumbuh-kembangkan imajinasi dan  inspirasi  bagi siapapun  yang mengetahui dan atau mendengarkannya.  Demikian pula,  berdasar  istilah isra’ itu sendiri,  mestinya juga memberikan kesadaran yang mendalam  kepada kaum muslimin untuk bercita-cita bergerak naik pada posisi tertinggi yang memungkinkan  bisa dijalaninya.      

 

Bagi para ilmuwan,  peristiwa mi’raj seharusnya memberikan kekuatan imajinasi  yang luar biasa.  Islam,  dengan Mi’raj nabi itu, membuka mata  umatnya untuk menggali ilmu pengetahuan seluas dan setinggi-tingginya. Ilmu pengetahuan tidak cukup  digali dan dikembangkan melalui observasi, eksperimentasi,  dan penalaran logis, tetapi juga  seharusnya  diperoleh melalui  sumber-sumber yang bersifat  transendental, baik berupa kitab suci dan sejarah kehidupan nabi itu sendiri.

 

Selain itu, lewat  peristiwa mi’raj bisa ditangkap bahwa ilmu pengetahuan yang seharusnya dikaji dan dijelajahi oleh umat Islam  sedemikian luas wilayahnya. Umat Islam diajak untuk  menghayati perjalanan yang sedemikian cepat, menembus wilayah yang secara akal sulit dijangkau dan dipahami.  Melalui peristiwa itu pula, nabi ditunjukkan tentang  langit yang sebenarnya, disebut berlapis tujuh. Tambahan lagi, bahwa mi’raj nabi juga memberikan bukti bahwa manusia yang telah mati, ------beberapa rasul terdahulu, ternyata masih  hidup kembali.

 

Gambaran tersebut itu mestinya menumbuh-kembangkan inspirasi kepada perguruan tinggi Islam untuk menampakkan  dirinya  hingga benar-benar  menjadi  lembaga ilmu  yang memiliki keunggulan dibanding perguruan tinggi lainnya. Perguruan tinggi Islam memiliki  seorang tauladan, ------seorang rasul,  yang telah menjelajah jagad raya yang tidak akan pernah   dialami oleh  satu pun manusia lainnya. Perguruan tinggi Islam, dengan demikian, memiliki contoh, anutan, tauladan, inspirator berupa  manusia hebat dan amat sempurna.

 

Mengenal peristiwa mi’raj dan selalu memperingatinya pada setiap tahun, akan tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari kegiatan  itu, maka akan sia-sia dan bahkan disebut  keterlaluan. Peringatan isra’ dan mi’raj seharusnya  dijadikan momentum untuk bangkit atau bahkan melakukan mi’raj, sekalipun dalam batas-batas pengertian simbolik, sebagai upaya memajukan umat Islam. Mi’raj Perguruan tinggi Islam  harus meliputi berbagai aspeknya, baik menyangkut kelembagaan, manajemen, kepemimpinan, metodologi pengembangan keilmuannya,  dan bahkan juga   wilayah kajiannya,   yang seharusnya luas dan berorientasi pada mutu atau kualitas.    

 

Perguruan tinggi Islam yang masih selalu tertinggal,   dan hanya dilihat dengan sebelah mata oleh banyak kalangan, sebenarnya adalah sebagai akibat  kegagalannya  dalam  menangkap pesan mi’raj yang dijani oleh Rasulullah sebelum hijrah ke Madinah. Oleh karena itu, perguruan tinggi Islam harus segera mi’raj sebagaimana hal itu dilakukan oleh Rassulnya. Institusi ini tidak boleh terkungkung dan atau terbelenggu oleh  pandangannya sendiri, hingga mengakibatkan tertinggal dan hampir-hampir kehilangan relevansi terhadap  kehidupan nyata sebagaimana yang telah lama dirasakan selama ini. PTAIN  harus bangkit dan bahkan melakukan mi’raj. Wallahu a’lam.