Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 235 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini14666
mod_vvisit_counterKemarin30712
mod_vvisit_counterMinggu ini128771
mod_vvisit_counterBulan ini600539
mod_vvisit_counterTotal29191706
Pengangguran Melesat, Penipuan pun Meningkat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Aries Musnandar   
Kamis, 21 Juni 2012 06:20
(dimuat di mediindonesia.com 10 Juni 2012)

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyebutkan sampai Januari 2012 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,5 juta orang, sedangkan data lain mengungkapkan jumlah pengangguran di Indonesia 8,12 juta orang (www.lowongancpns.org). Angka tersebut belum termasuk dalam pengangguran setengah terbuka, yaitu mereka yang bekerja kurang dari 30 jam per minggu. Masih tingginya angka pengangguran di Indonesia, harus diatasi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang unggul. Sekarang ini dalam situasi ketidakmenentuan memperoleh pekerjaan para pencari kerja kerapkali dijadikan sasaran penipuan baik yang dilakukan oleh orang per orang maupun perusahaan "tidak jelas" secara terorganisir.

Semakin banyaknya pengangguran yang membuat pencari kerja cemas, bingung dan ingin mencari jalan pintas, malah menjadi sasaran empuk para penipu-penipu tersebut. Bahkan sang penipu itu ada juga yang membuat iklan lowongan kerja di koran-koran seolah-seolah yang membuka perusahaan itu adalah perusahaan. Lalu ketika sang pencari kerja melamar dan diwawancara, penipu tersebut biasanya meminta sejumlah uang terlebih dahulu kepada pencari kerja dengan berbagai alasan seperti mulai dari biaya administrasi, hingga biaya pelatihan sebelum mulai bekerja. Padahal semua itu adalah modus operandi sang penipu.

Demikian juga yang terjadi baru-baru ini yang dilansir di salah satu media di jakarta bahwa setidaknya terdapat lima lulusan perguruan tinggi di Tulung Agung Jawa Timur yang terkena penipuan tawaran kerja di luar negeri, Perancis dan Yunani. Mereka menyetor terlebih dahulu 25 juta rupiah per orang, namun pekerjaan yang dijanjikan itu tak kunjung tiba. Celakanya, korban-korban itu berkomunikasi via internet, sehingga setelah masing-masing mentransfer 25 juta rupiah akun email rekrutmen tersebut ditutup dan tidak ada jawaban.

Oleh karena itu, kehati-hatian diperlukan ditengah membludaknya pencari kerja akibat terbatasnya lapangan pekerjaan sehingga penipuan pun kian merajalela. Jangan pernah mau memberikan uang sebelum diterima kerja. Jika ada pihak yang mengaku perusahaan tapi mempersyaratkan pencari kerjanya harus membayar sejumlah uang tertentu, maka jangan dipercaya. Mereka yang sudah terlanjur membayar harus waspada. Pihak kepolisian atau kementerian terkait perlu pro aktif tanpa menunggu laporan dulu untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan fiktif dan aneh yang bertebaran memangsa calon korbannya. Sangat mudah sebenarnya jika ada kemaun pihak berwenang untuk menyikat habis model-model penipuan smeacam ini jika yang diberikan amanah untuk menertibkannya mau bekerja sesungguhnya.

Peneliti dan Pendidik PPS UIN Maliki & FEB UB Malang