Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Menangkap Pesan IDB Tentang Problem SosialSebelum acara konferensi yang diselenggarakan oleh IDB di Tajikistan secara resmi dibuka,... |
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Mata IDBDari sekian banyak perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan pendanaan dari IDB, baik... |
Mencari Isyarat Keberagamaan di TajikistanInformasi pertama kali yang saya dapatkan ketika nyampai di Tajikistan adalah menyangkut... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 17236 |
![]() | Kemarin | 29370 |
![]() | Minggu ini | 76042 |
![]() | Bulan ini | 547810 |
![]() | Total | 29138977 |
| Perilaku Organisasi Perusahaan Multinasional (Bagian 1) |
|
|
|
| Ditulis oleh Aries Musnandar |
| Kamis, 21 Juni 2012 06:31 |
|
PENDAHULUAN Tulisan ini mencoba menggambarkan perilaku organisasi perusahaan asing yang berada di Indonesia. Perusahaan yang memiliki jaringan operasi lebih dari satu negara, memiliki penjualan berskala internasional, manajer dan atau pemiliknya terdiri dari berbagai suku bangsa, disebut sebagai perusahaan multinasional (Hodgetts & Luthans, 1997). Multinational Corporation (MNC) yang dalam tulisan ini diterjemahkan sebagai Perusahaan Multi Nasional - selanjutnya disebut PMN - dikategorikan juga sebagai perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Tinjauan pembahasan akan lebih menaruh perhatian pada perilaku organisasi, termasuk tentang pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pada sebuah PMN yang berasal dari negara Amerika Serikat (AS) yaitu PT Philip Morris Indonesia yang selanjutnya disebut PMI. Makalah ini juga dilengkapi dengan sebuah kajian kritis tentang kondisi dunia usaha di Indonesia. Namun demikian, untuk memperkuat temuan-temuan dalam tulisan ini, penulis juga menggunakan pendekatan literatur yang mendukung pemaparan tentang perilaku organisasi dari sebuah PMN tersebut di Indonesia. Pada awal tahun 1970an hingga 1980an mayoritas PMN berasal dari negara-negara Barat (Eropa & Amerika Serikat). Namun, hampir dalam dua dekade terakhir ini dunia industri di Amerika Serikat dan belahan Eropa agak terpukul oleh perkembangan industri Jepang yang berhasil mendirikan perusahaan multinasional di berbagai negara di dunia. Dengan demikian, dominasi negara-negara Barat selama ini dalam pendirian PMN mulai disaingi negara-negara Asia seperti Jepang, dan kini juga nampak Korea Selatan, Taiwan dan bahkan RRC yang mulai memiliki jaringan PMNnya di belahan dunia. Obyek pengamatan dalam tulisan ini lebih banyak menyoroti pengelolaan SDM dan perilaku organisasi yang melibatkan para manajer di PMN. Manajer dalam pengertian ini diambil dari tinjauan Elliot Jaques yang mengatakan bahwa manajer adalah seseorang yang perannya tidak hanya memiliki wewenang (akuntabilitas) atas hasil yang dicapainya tetapi juga hasil yang dicapai oleh orang lain. Disamping itu, ia memiliki akuntabilitas untuk memelihara efektivitas tim anak buah agar mampu memperoleh kinerja yang diharapkan dan menerapkan efektivitas kepemimpinan (Eliot Jaques, 1996) Salah satu prinsip keberhasilan manajemen ala negara-negara Barat yang dulu dianggap benar yaitu: "Manage the work, not the people", sekarang sangat diragukan, karena di Jepang agaknya berlaku pengertian lain yang terbukti sukses yakni: "manage the work through the people". Malah secara lebih ekstrim lagi dapat dikatakan "manage the people and the work will get itself done". (Dananjaya, 1985). Prinsip-prinsip manajemen lain yang berbeda antara negara-negara Barat dan Jepang seperti sistem nilai yang dianut para manajer, perilaku para manajer, dan kepemimpinan para manajer itu sendiri. Hal-hal yang disebut terakhir ini secara langsung dan tidak langsung sangat berkaitan dengan keberhasilan manajemen PMN. Fenomena ini makin nampak bila kita memperbandingkannya antara perilaku dan kinerja manajer lokal dan manajer asing (yang disebut sebagai expatriates). PERILAKU ORGANISASIPengertian perilaku organisasi dalam tulisan ini mengacu pada pandangan yang menyatakan bahwa studi mengenai perilaku organisasi adalah menganalisis dan menginterpretasikan perilaku dalam organisasi kerja. Oleh karena itu dibutuhkan aplikasi sosiologi dan psikologi guna memahami perilaku yang terjadi di tempat kerja. Sosiologi disini mengandung makna tentang studi mengenali tindakan sosial yang ditujukan kepada orang lain. Sedangkan psikologi dalam konteks ini berupa studi mengenai perilaku indvidual dan kelompok (Tyson & Jackson, 1992). Pada dasarnya perilaku organisasi sebuah PMN mengikuti atau berpijak pada visi, misi dan nilai-nilai utama (core values) yang telah ditentukan oleh Head Quarter (Kantor Pusat). Pada perusahaan seperti PMI baik visi, misi, dan nilai-nilai utamanya dikemas dan disebarluaskan juga oleh Kantor Pusat ke seluruh afiliasinya. Nilai-nilai utama yang selalu dicanangkan oleh PMN ini dapat disimak dalam tulisan Bahasa Inggris berikut ini: We believe in:
Dari nilai-nilai utama tersebut PMI lantas mengembangkannya atau dengan kata lain menginternalisasikannya ke dalam kegiatan-kegiatan operasional sehari-hari (day-to-day operations). Guna memberikan pedoman bagi para karyawan melaksanakan nilai-nilai utama ini diperlukan seperangkat pelaksanaannya. Perangkat tersebut berupa dibentuknya sebuah tim setingkat divisi yang dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang perilaku organisasi. Di PMN ini divisi yang bertanggung jawab untuk itu adalah Management Organization Development (MOD). Peran "Management Organization Development" atau manajemen pengembangan organisasi yang disingkat MOD dalam PMN sangat strategis dan cukup vital bagi kelangsungan usaha sebuah perusahaan berskala internasional seperti PMI ini. Peran yang diemban oleh divisi MOD di perusahaan PMI dapat dilihat pada Role of MOD dibawah ini: Role of MOD:
Dari daftar peran tersebut diatas semakin nampak betapa pentingnya peran MOD dalam meningkatkan kualitas kompetensi karyawan dan pengeloalaan manajerial PMN. Peran utama MOD mulai dari pengelolaan penilaian unjuk kerja (performance appraisal), strategi pelatihan & pengembangan, strategi kompetensi hingga berperan sebagai agen perubahan (change agent). Peran-peran tersebut di PT Philip Morris International meliputi "Capability / Leadership, MOD Operatioms, MOD Marketing / Sales & Corporate Affairs (CA), dan MOD Finance/Information System /Planning, Resourcing serta berbagai kegiatan processes" seperti penelusuran dokumen (tracking documents), konsep pengkaderan karyawan (traineeship concepts). Sedangkan resourcing atau pemanfaatan sumber dilaksanakan melalui pengembangan modul, pengembangan pelatih (trainer), assessment center, CA-led Internet site dan berbagai jenis program MOD lainnya (http://www.ema.ch.pmi:6500/pmi_hr_mod_sec/MOD/Intro.htm).
*) Penulis Peneliti PPS UIN Maliki Malang dan "Visiting Lecturer" di FEB UB Malang |