Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Menangkap Pesan IDB Tentang Problem SosialSebelum acara konferensi yang diselenggarakan oleh IDB di Tajikistan secara resmi dibuka,... |
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Mata IDBDari sekian banyak perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan pendanaan dari IDB, baik... |
Mencari Isyarat Keberagamaan di TajikistanInformasi pertama kali yang saya dapatkan ketika nyampai di Tajikistan adalah menyangkut... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 14325 |
![]() | Kemarin | 29370 |
![]() | Minggu ini | 73131 |
![]() | Bulan ini | 544899 |
![]() | Total | 29136066 |
| Menyambut Kebangkitan Kembali ICMI Kota Malang |
|
|
|
| Rabu, 27 Juni 2012 14:21 |
|
Mendengar informasi dari beberapa orang teman yang datang menemui saya, bahwasanya akan menggerakkan kembali organisasi para cendekiawan muslim (ICMI) yang lahir di sekitar dua puluh dua tahun yang lalu di Malang, saya sangat gembira. Kelahiran ICMI pada tahun 1990 yang lalu dirasakan sangat membanggakan, dan bahkan juga mengagetkan banyak kalangan. Apalagi, peristiwa itu dihadiri oleh Presiden RI, H. Mohammad Soeharto, dan kemudian organisasi ini dipimpin oleh seorang ilmuan, yaitu Prof.Dr. B.J habibie.
Isu kebangkitan Islam menyertai kelahiran ICMI di Malang. Oleh karena itu, kehadiran organisasi yang menghimpun para cendekiawan muslim ini mendapat sambutan hangat di mana-mana. Tidak saja orang kampus, tetapi juga para pejabat birokrasi, pengusaha, dan bahkan politisi, menyukai dilibatkan dalam organisasi ini. Setiap diselenggarakan silaknas, mereka itu hadir. ICMI menjadi sangat populer dan segera masuk ke relung hati masyarakat secara luas.
Begitu pula harapan masyarakat terhadap ICMI, agar mampu mengantarkan masyarakat menjadi lebih baik sebagaimana telah lama dicita-citakan sedemikian besar. Konsep masyarakat madani yang selama itu menjadi gambaran ideal, seolah-olah telah mendapatkan jawaban secara lebih jelas. Terhimpunnya para cendekiawan muslim ke dalam organisasi ini diharapkan kelak mampu mewujudkan cita-cita mulia itu.
Sayangnya, gelora dan harapan yang sedemikian besar tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa tahun kemudian, entah oleh karena isu sosial dan politik yang lebih besar, ------- disadari atau tidak, ICMI seperti tidak lagi dianggap sebagai rumah bersama yang menarik. Bahkan, kepengurusan organisasi ini di beberapa tempat, tidak begitu jelas. Para cendekiawan muslim masih bergerak dan melakukan peran-peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat, akan tetapi denyut-denyut organisasinya semakin kehilangan sumber kekuatan.
Atas dasar kenyataan itu, maka semangat menumbuh-kembangkan kembali ICMI orsat Malang Raya perlu mendapatkan apresiasi yang mendalam. Kota Malang yang dalam sejarahnya telah melahirkan ICMI, maka sudah seharusnya menggerakkan kembali tatkala organisasi ini terasa kehilangan perhatian dari banyak pihak. Kita bersyukur, kota Malang yang kaya perguruan tinggi, pengusaha muslim, LSM, dan juga birokrat, tentu memiliki potensi dan kekuatan yang luar biasa, berhimpun dalam wadah ICMI, untuk selanjutnya secara bersama-sama mengaktualisasikan pengabdian dalam rangka mewujudkan masyarakat yang dipandang ideal. Wallahu a’lam. |