Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 466 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini17935
mod_vvisit_counterKemarin24587
mod_vvisit_counterMinggu ini101328
mod_vvisit_counterBulan ini573096
mod_vvisit_counterTotal29164263
Makna Mahasiswa Asing bagi UIN Maliki Malang PDF Cetak E-mail
Senin, 02 Juli 2012 20:00

 

Beberapa tahun terakhir ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah memiliki mahasaiswa asing. Mereka itu berasal dari Malaysia, Singapurea, Thailand, Papua New Ginie, Madagaskar, Sudan, Libia, Pilipina, Rusia dan bebarapa negara lainnya.  Bagi UIN maulana Malik Ibrahim Malang, kedatangan mahasiswa asing, dalam jumlah banyak, masih tergolong baru, terutama mereka yang mengambil program S1  atau pasca sarjana.

 

Sebenarnya sudah lama kampus ini memiliki  mahasiswa asing, yaitu dari Australia. Akan tetapi mereaka itu  hanya mengikuti short course  tentang   Bahasa Indonesia dan kebudayaan Islam. Kegiatan dimaksud  waktunya singkat, hanya selama kurang lebih  antara tiga sampai enam bulan.  Pada setiap angkatan, program tersebut diikuti oleh sekitar 35 orang mahasiswa, dan hingga saat ini  sudah berjalan beberapa angkatan.

 

Baik mahasiswa program S1, pascasarjana,  maupun kursus singkat umumnya betah tinggal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dari sekian banyak mahasiswa asing dari berbagai negara itu belum ada yang mengundurkan diri, kecuali mereka yang memiliki problem  pribadi, hingga perlu dipulangkan sebelum program kuliahnya selesai. Bahkan mulai semster ini ada tiga mahasiswa yang berasal dari Rusia  berhasil lulus program pascasarjana, dan pulang ke negaranya.

 

Keberadaan mahasiswa asing bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipandang sangat penting. Banyaknya mahasiswa asing itu  menunjukkan bahwa kampus Islam ini telah dipercaya oleh beberapa negara,  hingga  kemudian dijadikan sebagai tempat tujuan belajar. Selain itu, akhir-akhir ini tidak sedikit, pimpinan perguruan tinggi asing datang ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, seperti dari Thailand, Malaysia, Maroko, Siria, Rusia, India, Australia, dan lainnya,  untuk menjalin kerjasama.

 

Sebenarnya, banyaknya mahasiswa asing sudah cukup beralasan  bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang  menyebut dirinya sebagai perguruan tinggi klas internasionbal. Akan tetapi sebutan itu sengaja tidak digunakan. Sekalipun jumlah mahasiswa asing sudah cukup banyak dan berasal dari berbagai negara,  kampus ini sudah merasa bangga dengan  sebutan kampus bertaraf nasional, milik bangsa Indonesia.

 

Ternyata tidak sedikit lembaga pendidikan, bahkan  hingga perguruan tinggi,  baru merasa hebat ketika menyebut dirinya sebagai lembaga pendidikan internasional, sekalipun para guru/dosen dan bahkan murid atau mahasiswanya berasal dari dalam negeri sendiri. Sebutan internasional hanya didasarkan pada bahasa sehari-hari yang digunakan, yaitu  bahasa asing.  Kebanggaan seperti itu semestinya tidaki perlu dikembangkan, agar bangsa Indonesia ini semakin bangga dengan bangsanya sendiri. Penyebutan internasional menggambarkan seolah-olah,  apa saja yang berasal dari dalam negeri sendiri dianggap tidak bermutu dan kurang membanggakan.

 

Banyaknya mahasiswa asing di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang seharusnya dipandang sebagai  fase keberhasilan  dari cita-cita yang sudah lama ingin diraih. Telah lama kampus ini diharapkan menjadi  semacam  mata air,  yang selalu didatangi oleh berbagai kalangan dari segala penjuru untuk mengambil  ilmu pengetahuan, pengalaman, dan bahkan kearifan atau hikmah yang dimiliki dan dikembangkan oleh kampus ini. Cita-cita tersebut  ternyata dalam skala tertentu telah diraihnya.        

 

Ke depan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin  mengubah arah arus gelombang pencaharian ilmu pengetahuan. Selama ini, anak-anak Indonesia sedemikian bangga ketika berhasil meninggalkan tanah airnya,  pergi mencari ilmu pengetahuan ke di antara beberapa negara,  seperti ke Mesir, Saudi Arabia, Pakistan, Sudan, Yaman, Libia, Maroko, India,  dan lain-lain. Tatkala mereka diterima sebagai mahasiswa baru di negara tersebut, maka tampak sedemikian gembiranya. Seolah-olah mereka telah keluar dari  negara yang kurang maju, yaitu negaranya sendiri, dan menuju negara yang lebih maju ilmu pengetahuannya. Padahal  di negara yang dianggap maju itu,  pada kenyataannya tidak selalu demikian.

 

Pandangan seperti itu harus diubah. Ke depan,  Indonesia harus menjadi tempat tujuan belajar bagi anak-anak dari negara-negara asing tersebut. Mungkin untuk bidang-bidang tertentu, seperti sains dan teknologi, dalam beberapa tahun lagi, bangsa Indonesia  masih harus belajar ke Eropa, Jepang, Amerika, Australia dan lain-lain. Akan tetapi untuk bidang ilmu sosial, pendidikan, filsafat dan lain–lain, apalagi agama, Indonesia harus menjadi tempat tujuan belajar bagi anak-anak dari negara  asing.

 

Pemerintah seharusnya  bangga  tatkala kedatangan pelajar asing  dan bukan sebaliknya, tatkala melepas anak-anaknya belajar ke negeri orang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan berusaha mempelopori niat mulia itu, dan sebagiannya, dengan banyaknya  mahasiswa asing dari berbagai negara di kampus ini,   niat mulia itu  sebenarnya sudah kelihatan berhasil. Kiranya,  itulah salah satu cara membangkitkan kebanggaan dan kepercayaan diri bangsa ini yang akhir-akhir ini sudah terasa semakin meredup. Wallahu a’lam.