Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 287 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini13351
mod_vvisit_counterKemarin29436
mod_vvisit_counterMinggu ini42787
mod_vvisit_counterBulan ini514555
mod_vvisit_counterTotal29105722
Negara Gagal PDF Cetak E-mail
Minggu, 08 Juli 2012 15:40

 

Akhir-akhir ini sementara pemimpin bangsa  merasa gundah oleh karena  disebut sebagai  negara yang mengarah pada kegagalan. Lembaga yang memberikan predikat itu tidak saja mensurvey Indonesia tetapi juga negara-negara lainnya. Namun Indonesia  masuk kategori   yang memprihatinkan, sehingga agaknya penilaian itu dirasakan mengganggu.

 

Sudah barang tentu,  lembaga yang menurvey itu menggunakan indikator tertentu yang juga dikemukakan  secara terbuka.  Oleh karena itu, manakala ukuran-ukuran yang digunakannya itu diubah bisa jadi kesimpulannya juga berubah. Bahkan, umpama wilayah surveinya diperluas, atau dikurangi hasilnya bisa jadi lebih parah dan atau sebaliknya, tidak terlalu menggelisahkan.

 

Siapapun ketika dinilai orang lain, dan hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka pantas saja tersinggung. Oleh karena itu,  tidak semua orang menyukai untuk dinilai, apalagi dengan ukuran-ukuran yang dianggap bersifat tendensius, yakni dimungkinkan hasilnya akan merendahkan harkat dan martabat pihak yang dinilai.

 

Hasil  survey yang dilakukan oleh the Faund For Peace itu oleh sementara orang lainnya, yaitu oleh mereka yang tidak berkepentingan, dianggap tepat, dan bahkan banyak kegunaannya. Atas dasar survey itu maka pemerintah dan bangsa ini secara keseluruhan telah mendapatkan peringatan,  agar selanjutnya bisa melakukan langkah-langkah perbaikan.

 

Apapun hasil survey itu,  peringatan itu sebenarnya sudah sedemikian banyak.  Terjadinya konflik, tawuran, saling-serang menyerang di antara kelompok, etnis, agama, dan lain-lain yang terjadi di mana-mana sebenarnya menggambarkan bahwa bangsa ini perlu waspada. Demikian pula terbongkarnya korupsi yang dilakukan secara meluas dan berskala besar,  baik di kalangan legislatif, eksekutif dan yudikatif, pengusaha, perbankan, dan bahkan  semua rumah tahanan dan  penjara di negeri ini semakin penuh sesak, itu semua  menggambarkan bahwa  bangsa dan negara ini perlu berbenah.

 

Memang dari tinjauan ekonomi, prestasi bangsa ini  meningkat. Akan tetapi apa artinya  peningkatan ekonomi itu jika ternyata  kesenjangan sosial masih melebar, rasa tidak aman masih belum tercipta, konflik masih terjadi  di mana-mana, kualitas pendidikan belum  berhasil ditingkatkan, perilaku pimpinan yang masih korup, banyak  kebohongan,  manipulasi apa saja terjadi di mana-mana,  dan lain-lain.

 

Tugas negara adalah mensejahterakan semua rakyatnya, menciptakan rasa aman dan adil,  menjaga persatuan,  dan ancaman dari manapun datangnya. Manakala semua itu terwujud, maka tugas negara dianggap sukses. Ukuran itu mestinya bisa dilihat dari berbagai aspek secara menyeluruh, yaitu dari aspek idial, struktural, dan operasionalnya.

 

Ukuran idealnya, bangsa ini telah memiliki dasar negara yang kokoh, yaitu  Pancasila dan UUD 1945. Secara struktural,  bangsa ini  memiliki pemerintahan dan lembaga-lembaga negara  dengan pembagian tugas dan kewenangannya masing-masing,  dan secara operasional  dijalankan melalui mekanisme  yang telah diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Manakala semua itu dijalankan, maka akan menghasilkan tatanan kehidupan yang dicita-citakan.

 

Namun sebenarnya, pada tataran implementasi semua itu tergantung pada orang-orang yang menjalankan sistem itu. Orang-orang  dimaksud tidak cukup berbekal  ilmu dan profesionalitas, tetapi kelebihan itu  harus disempurnakan dengan sifat-sifat yang mulia, --------jika meniru nabi, maka  harus memiliki sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.  Sifat-sifat mulia itu rasanya belum berhasil dibentuk, termasuk oleh lembaga pendidikan yang selama ini dikembangkan, hingga kalau tidak mendapatkan perhatian, maka negara ini benar-benar akan gagal. Wallahu a’lam.