Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 346 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini10272
mod_vvisit_counterKemarin37422
mod_vvisit_counterMinggu ini204065
mod_vvisit_counterBulan ini675833
mod_vvisit_counterTotal29267000
Perdebatan tentang Rokok PDF Cetak E-mail
Sabtu, 14 Juli 2012 21:51

 

Sekalipun  tidak  pernah ikut mengkonsumsi, saya tertarik dengan perdebatan tentang rokok yang digelar di  TV One, sebagaimana biasanya,   dimoderatori oleh Karni Ilyas. Pada forum yang digelar pada hari Selasa,  tanggal 10 Juli 2012 itu,  rupanya ada pihak-pihak yang pro dan ada yang kontra.  Sebagian yang hadir rupanya tidak menyukai rokok dan oleh karena itu harus dibatasi penggunaannya. Namun juga sebaliknya,  ada yang keberatan atas pembatasan itu.   

 

Mereka yang tidak menyukai  rokok beralasan bahwa rokok sangat menganggu kesehatan, tidak saja terhadap mereka yang mengkonsumsi, tetapi juga beresiko pada  orang lain.  Rokok dianggap berbahaya bagi kesehatan. Dalam diskusi itu, pihak yang tidak menyukai  rokok menunjukkan bukti-bukti  resiko itu, mulai dari menimbulkan  penyakit hingga berakibat pada umur seseorang. Disebutkan bahwa,  perokok umumnya berusia lebih pendek.   

 

Sebaliknya, bagi mereka yang masih menyukai rokok menyebut bahwa,  banyak orang yang merokok tetapi tetap sehat, umurnya tetap panjang dan sebaliknya, banyak orang yang tidak merokok tetapi ternyata usianya pendek,  sakit-sakitan dan akhirnya mati. Oleh karena itu, kelompok ini kurang percaya bahwa rokok selalu menjadi sebab terkena penyakit dan apalagi hingga mengakibatkan kematian.

 

Diskusi menjadi ramai dan bahkan sengit oleh karena masing-masing pihak mampu menunjukkan argumentasi dan juga bukti-bukti untuk memperkuat pandangannya. Akhirnya, usai  diskusi, di antara mereka tetap  berada pada pendiriannya  sendiri-sendiri. Mereka yang tidak suka rokok tetap tidak menmyukai, begitu juga sebaliknya bagi mereka yang menyukai rokok masih akan tetap merokok. Rupamnya diskusi itu belum  berhasil mengubah pandangan masing-masing pihak yang berbeda itu.

 

Dalam diskusi tersebut,  rupanya  yang lebih disorot,  baru pada dampak rokok terhadap  kesehatan. Hanya sedikit yang mengaitkan rokok dengan ekonomi, apalagi ekonomi rakyat.  Tatkala persoalan rokok itu dikaitkan dengan ekonomi, maka hanya dihitung terhadap  besarnya jumlah  cukai  atau keuntungan yang diterima oleh pemerintah.  Diskusi itu belum mengungkap tentang betapa banyaknya petani tembakau yang sudah sejak turun temurun menggantungkan kehidupan ekonominya dari bercocok tanam tembakau. Juga belum mengungkap betapa besarnya jumlah  buruh pabrik rokok yang hidupnya dari industri itu.

 

Selain itu, juga belum terungkap bahwa rokok sebenarnya juga mengganggu keindahan, suasana dan bahkan juga kerapian dan lain-lain. Tempat-tempat yang digunakan untuk merokok biasanya  berbau, kurang bersih, dan kadang menyesakkan pernapasan. Kesan lainnya, para perokok pada umumnya  tidak tampil sempurna, oleh karena bajunya  berlubang-lubang terkena api rokok. Bahkan ada sementara orang tidak  betah berdekatan dengan perokok, oleh karena bau dari pakaiannya.

 

Diskusi tersebut rupanya masih akan panjang. Sebab masih  ada pihak-pihak tertentu yang mengkhawatirkan bahwa,  di balik larangan merokok itu sebenarnya ada agenda besar, yaitu adanya persaingan ekonomi dari rokok itu. Kecurigaan itu yang menjadikan persoalan rokok tidak mudah diselesaikan. Umpama semua hal berhasil  diperjelas dan atau  transparan, bahwa tidak ada agenda tertentu dari pelarangan rokok, maka perdebatan itu tidak sesengit itu.

 

Oleh karena itu yang diperlukan adalah bagaimana semua dibicarakan bersama dan diatur sebaik-baiknya. Manakala  semua tidak ada yang dirugikan, maka persoalan rokok tidak akan berkepanjangan seperti sekarang ini. Wallahu a’lam.