Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 417 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini15913
mod_vvisit_counterKemarin26638
mod_vvisit_counterMinggu ini15913
mod_vvisit_counterBulan ini487681
mod_vvisit_counterTotal29078848
Puasa Mengingatkan Agar Hidup Tidak Berlebihan PDF Cetak E-mail
Kamis, 19 Juli 2012 13:18

 

Pekerjaan yang agaknya sulit dilakukan oleh setiap orang adalah menahan diri. Orang terbiasa  ingin mendapatkan sesuatu tanpa batas.  Satu fase dan atau jenis  keinginannya  tercapai, maka  segera berusaha untuk meraih keinginan berikutnya. Seolah-olah apa yang diinginkan tidak terbatas, dan semua keinginan itu berusaha diraihnya.

 

Orang yang tidak mampu membatasi keinginannya itu, maka  justru akan tersiksa. Keinginan di bidang apa saja mestinya harus dibatasi.  Upaya membatasi itu, tentu harus datang dari dirinya sendiri.  Dalam bidang apapun, baik dalam   kekuasaan, ekonomi, sosial dan lain-lain,  yang bersangkutan harus bisa membatasinya.

 

Kemampuan membatasi diri sendiri ternyata tidak terdapat sekolahnya. Lembaga pendidikan yang bisa mendidik seseorang agar mampu membasi diri sendiri ternyata tidak ada. Bahkan guru yang mengajarkannya juga tidak bisa ditemukan. Semua orang dalam hal mengendalikan diri sendiri selalu  sama. Artinya sama-sama berposisi sebagai murid. Tidak ada orang yang memiliki kemampuan lebih dari lainnya.

 

Dalam kenyataannya, orang yang berpendidikan tinggi dan bahkan telah berumur belum tentu mampu mengendalikan dirinya sendiri.  Kekayaannya yang sudah melimpah tidak mampu mengurangi keinginannya untuk menambahnya. Bahkan  hingga akhirnya, ia menjadi budak kekayaannya itu.  Sehari-hari,  Ia  menjadi  disibukkan dan dibebani oleh  harta yang telah dimilikinya itu.

 

Tidak adanya kemampuan seseorang untuk menahan diri,  pada aklhir-akhir ini,  juga tampak sekali di dunia politik. Seseorang yang sudah berkuasa berelama-lama masih saja ingin memperpanjang kekuasaannya. Bahkan  tatkala dirinya sendiri sudah tidak mungkin meraih jabatan itu, maka kemudian  isteri atau anaknya diajukan untuk menggantikannya. Mereka tidak peduli atas kualitas dan beratnya amanah yang harud dipikul oleh yang bersangkutan.   Keinginannya adalah bahwa yang penting kekuasaan harus tetap berada di tangannya.

 

Puasa mengingatkan  secara jelas bahwa seseorang  seharusnya  mampu membatasi diri sendiri.  Sekalipun di siang itu terdapat makanan dan minuman yang lezat, tatkala sedang berpuasa, maka kenikmatan tersebut harus dihindari,  atau  tidak dimakan. Puasa mengingatkan kepada mereka yang sedang menjalankannya, bahwa untuk meraih derajat yang paling mulia, yaitu bertaqwa,  justru tatkala seseorang mampu membatasi dirinya sendiri.

 

Membaca  pelajaran dari puasa ini maka sebenarnya sikap-sikap berlebihan harus ditinggalkan. Sikap berlebihan  dalam apapun harus dihindari, baik dalam hal harta, kekuasaan, sosial dan lain-lain. Islam mengajarkan bahwa hidup ini semestinya tidak dijalani secara berlebih-lebihan. Sebab  apapun yang berlebih-lebihan ternyata justru akan membawa modharat dan bahkan mencelakakan. Puasa mengajarkan hal itu semua kepada orang-orang yang beriman.  Puasa  yang kita jalankan semestinya mampu menyadarkan akan hal itu, sehingga derajad taqwa berhasil kita raih. Wallahu a’lam.