Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Mencari Isyarat Keberagamaan di TajikistanInformasi pertama kali yang saya dapatkan ketika nyampai di Tajikistan adalah menyangkut... |
Mempertegas Posisi Pendidikan AgamaSepanjang sejarah kehidupan bangsa, pendidikan agama dipandang sangat penting dan strategis untuk... |
Waktu Tengah Malam Mendarat di Dushanbe, TajikistanBaru pertama kali saya ke Tajikistan. Sebelumnya, tahun lalu, pernah ke Moskow,... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 15913 |
![]() | Kemarin | 26638 |
![]() | Minggu ini | 15913 |
![]() | Bulan ini | 487681 |
![]() | Total | 29078848 |
| Puasa Mengingatkan Agar Hidup Tidak Berlebihan |
|
|
|
| Kamis, 19 Juli 2012 13:18 |
|
Pekerjaan yang agaknya sulit dilakukan oleh setiap orang adalah menahan diri. Orang terbiasa ingin mendapatkan sesuatu tanpa batas. Satu fase dan atau jenis keinginannya tercapai, maka segera berusaha untuk meraih keinginan berikutnya. Seolah-olah apa yang diinginkan tidak terbatas, dan semua keinginan itu berusaha diraihnya.
Orang yang tidak mampu membatasi keinginannya itu, maka justru akan tersiksa. Keinginan di bidang apa saja mestinya harus dibatasi. Upaya membatasi itu, tentu harus datang dari dirinya sendiri. Dalam bidang apapun, baik dalam kekuasaan, ekonomi, sosial dan lain-lain, yang bersangkutan harus bisa membatasinya.
Kemampuan membatasi diri sendiri ternyata tidak terdapat sekolahnya. Lembaga pendidikan yang bisa mendidik seseorang agar mampu membasi diri sendiri ternyata tidak ada. Bahkan guru yang mengajarkannya juga tidak bisa ditemukan. Semua orang dalam hal mengendalikan diri sendiri selalu sama. Artinya sama-sama berposisi sebagai murid. Tidak ada orang yang memiliki kemampuan lebih dari lainnya.
Dalam kenyataannya, orang yang berpendidikan tinggi dan bahkan telah berumur belum tentu mampu mengendalikan dirinya sendiri. Kekayaannya yang sudah melimpah tidak mampu mengurangi keinginannya untuk menambahnya. Bahkan hingga akhirnya, ia menjadi budak kekayaannya itu. Sehari-hari, Ia menjadi disibukkan dan dibebani oleh harta yang telah dimilikinya itu.
Tidak adanya kemampuan seseorang untuk menahan diri, pada aklhir-akhir ini, juga tampak sekali di dunia politik. Seseorang yang sudah berkuasa berelama-lama masih saja ingin memperpanjang kekuasaannya. Bahkan tatkala dirinya sendiri sudah tidak mungkin meraih jabatan itu, maka kemudian isteri atau anaknya diajukan untuk menggantikannya. Mereka tidak peduli atas kualitas dan beratnya amanah yang harud dipikul oleh yang bersangkutan. Keinginannya adalah bahwa yang penting kekuasaan harus tetap berada di tangannya.
Puasa mengingatkan secara jelas bahwa seseorang seharusnya mampu membatasi diri sendiri. Sekalipun di siang itu terdapat makanan dan minuman yang lezat, tatkala sedang berpuasa, maka kenikmatan tersebut harus dihindari, atau tidak dimakan. Puasa mengingatkan kepada mereka yang sedang menjalankannya, bahwa untuk meraih derajat yang paling mulia, yaitu bertaqwa, justru tatkala seseorang mampu membatasi dirinya sendiri.
Membaca pelajaran dari puasa ini maka sebenarnya sikap-sikap berlebihan harus ditinggalkan. Sikap berlebihan dalam apapun harus dihindari, baik dalam hal harta, kekuasaan, sosial dan lain-lain. Islam mengajarkan bahwa hidup ini semestinya tidak dijalani secara berlebih-lebihan. Sebab apapun yang berlebih-lebihan ternyata justru akan membawa modharat dan bahkan mencelakakan. Puasa mengajarkan hal itu semua kepada orang-orang yang beriman. Puasa yang kita jalankan semestinya mampu menyadarkan akan hal itu, sehingga derajad taqwa berhasil kita raih. Wallahu a’lam. |