Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 262 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21341
mod_vvisit_counterKemarin30712
mod_vvisit_counterMinggu ini196990
mod_vvisit_counterBulan ini466471
mod_vvisit_counterTotal29057638
Melihat Keadaan Penjara PDF Cetak E-mail
Minggu, 29 Juli 2012 17:16

 

Sekalipun sudah lama tinggal di Malang, baru  beberapa hari yang lalu,  saya melihat langsung  keadaan orang-orang terpidana di Penjara,  di Malang. Saya datang ke tempat itu untuk menyerahkan bantuan berupa buku dan al Qur’an kepada  pimpinan penjara. Sesuai surat permintaan dari instansi itu, bahwa di Lapas tersebut telah lama disediakan perpustakaan, namun koleksi bukunya belum begitu banyak. Selain ratusan judul buku,  juga saya serahkan kitab suci al Qur’an, agar bisa digunakan oleh mereka yang sedang dipidana di tempat itu.

 

Tidak saya bayangkan sebelumnya, keadaan lingkungan di dalam Lapas itu ternyata bersih sekali,  dan bahkan indah. Di luar setiap  sel yang dibangun berjajar,  terdapat taman yang dirawat dengan baik.  Rumput dan tanaman bunga-bunga  rupanya dirawat dengan baik pada  setiap hari.  Saya mengira, sekedar merawat tanaman, di penjara tidak kekurangan tenaga. Para nara pidana bisa ditugasi untuk merawat sendiri lingkungan masing-masing dan bahkan jumlah tenaga yang diperlukan berlebih.  

 

Sekalipun maksud kunjungan itu  hanya menyerahkan sumbangan, tetapi saya oleh Kepala Lapas bersama pimpinan lainnya diajak keliling di dalam lingkungan penjara itu. Di dalam penjara dilengkapi tempat ibadah, yaitu masjid dan gereja, bengkel kerja, ruang pelayanan kesehatan, dan juga sarana olah raga. Masjidnya luas dan juga bersih. Para napi banyak yang membaca  al Qur’an di masjid yang berada di tengah penjara itu. Pada siang hari, para napi bebas keluar dari tempatnya masing-masing  untuk  berolah raga, bekerja di bengkel, membaca buku di perpustakaan, dan juga di masjid untuk shalat dan atau membaca al Qur’an. 

 

Penjara yang ditempati oleh sekitar 1900 orang itu tampak padat sekali,  menyerupai pasar. Para napi di dalam lingkungan penjara  tampak duduk-duduk, baik secara bersamaan atau sendiri. Di sepanjang jalan yang saya lalui, tatkala berkeliling  bersama pimpinan penjara tersebut, beberapa di antara mereka menyapa,  sekalipun tidak sampai bersalaman. Tatkala bertemu, para napi  tidak menampakkan wajah-wajah yang selalu berbeda  dengan orang di luar penjara.

 

Rupanya kebutuhan yang dirasakan penting bagi mereka adalah berkomunikasi dengan keluarganya masing-masing.  Bagaimana pun indahnya tempat di dalam penjara, tetapi status mereka adalah sebagai orang-orang yang dihukum.  Oleh karena itu sangat wajar, pada setiap saat,  mereka teringat keluarga di rumah.  Maka,  layanan tilpun umum di dalam penjara itu tampak penuh. Puluhan  nara pidana antri di tempat itu. Menurut informasi dari pimpinan lapas, para napi tidak dibolehkan membawa HP.  Hubungan dengan siapapun, bagi orang yang sedang penjalani hukuman di dalam penjara harus terkontrol lewat layanan tilpun umum itu.

 

Banyak hal yang terbayang dalam pikiran dan perasaan saya, selama kunjungan ke dalam lembaga pemasyarakatan  itu.  Aneka ragam wajah dan penampilan orang yang sedang terpidana, ternyata sama saja dengan orang-orang di luar penjara. Memang,  di dalam penjara itu terdapat orang-orang yang berpenampilan dempal dengan berbagai tato di lengan dan badannya. Akan tetapi juga terdapat orang-orang yang berwajah bersih, dengan mengenakan baju koko, sarung lengkap dengan peci haji. Begitu pula, saya melihat anak-anak muda yang berpenampilan rapi, mengenakan celana jean dan kaus, sehingga   sama sekali tidak tampak sebagai seorang yang sedang  berstatus nara pidana.

 

Melihat kenyataan itu, maka pikiran dan hati saya berbicara, apa perlunya orang-orang ditempatkan di tempat itu. Apa benar bahwa penjara atau lembaga pemasyarakatan bisa berhasil mengubah watak dan perilaku seseorang,  sehingga sepulang dari tempat itu,  setelah dinyatakan bebas, mereka  menjadi lebih baik. Pikiran  saya juga terganggu  tatkala membayangkan, jangan-jangan dari sekian banyak  orang yang dipenjara itu, sebenarnya  terdapat yang berkelakuan baik. Hanya oleh karena,  keadaan terpaksa, orang  melakukan kesalahan, lalu diperkarakan, diadili,  dan kemudian dimasukkan  ke tempat yang menyedihkan itu. Wallahu a’lam.