Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Bersinggah di Airport Negara Muslim Kaya MinyakDi dalam perjalanan pulang dari Tajikistan dan singgah di Dubai, mau tidak... |
Tatkala Berada di Negeri Muslim Minim Masjid dan Suara AdzanSelama enam hari di Tajikistan, saya tidak pernah mendengar suara adzan. Masjid... |
Menangkap Pesan IDB Tentang Problem SosialSebelum acara konferensi yang diselenggarakan oleh IDB di Tajikistan secara resmi dibuka,... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 31483 |
![]() | Kemarin | 30712 |
![]() | Minggu ini | 145588 |
![]() | Bulan ini | 617356 |
![]() | Total | 29208523 |
| Menjawab Pertanyaan tentang Pemimpin UIN Maliki Malang ke Depan |
|
|
|
| Kamis, 02 Agustus 2012 23:11 |
|
Menjelang berakhirnya masa jabatan saya sebagai Rektor UIN Maliliki Malang, ternyata banyak orang bertanya tentang calon penggantinya. Pertanyaan itu tidak saja datang dari internal kampus, tetapi juga dari berbagai kalangan. Anehnya, mereka mengkhawatirkan akan terjadi stagnasi manakala kampus ini tidak memperoleh pemimpin yang bisa meneruskan pengembangan yang selama telah dianggap relatif sesuai dengan harapan masyarakat.
Kampus yang sebelumnya hanya berstatus sebagai cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya dan hanya berupa satu fakultas, yaitu fakultas tarbiyah, kini berkembang menjadi universitas yang ternyata tidak kalah maju dibanding dengan UIN lainnya yang ada di Indonesia. Belum lagi, UIN Maliki Malang dengan adanya ma’had di dalam kampus, dikembangkannya pengajaran Bahasa Arab dan Inggris secara intensif, program tahfidz, dan konsep integrasi antara ilmu umum dan agama secara padu, dan lain-lain, perguruan tinggi Islam ini menjadi terasa unik.
Keunikan itu kemudian menjadi daya tarik tersendiri, selain oleh karena, beberapa kelebihan lainnya. Banyak orang merasa khawatir manakala perkembangan yang sudah diraih itu tidak berlanjut hanya karena pimpinannya berganti. Rupanya mereka tidak memahami, bahwa selama ini sebenarnya kekuatan itu bukan terletak pada rektornya, melainkian merupakan hasil kerja team yang kokoh. Kebersamaan itulah sebenarnya yang menjadikan UIN Maliki Malang berkembang sebagaimana adanya sekarang ini.
Oleh karena itu tatkala menjawab pertanyaan tentang bagaimana mempersiapkan pengganti rektor ke depan, saya selalu menjawab bahwa, saya sengaja tidak pernah secara khusus menyiapkan calon pemimpin itu. Saya selalu mengatakan bahwa, siapapun boleh mencalonkan diri sebagai Rektor UIN Maliki Malang sebagai pengganti saya. Saya hanya memberikan kriteria, bahwa Rektor ke depan setidaknya harus memiliki tiga kekuatan, yaitu memiliki integritas keilmuan, kemampuan managerial dan leadership, serta sanggup menjalin komunikasi yang luas.
Siapapun warga kampus ini kiranya mampu memenuhi syarat itu. Oleh karena itu, kiranya calon rektor tidak perlu dipersiapkan secara khusus. Apalagi untuk menjadi rektor di perguruan tinggi Islam negeri telah terdapat mekanisme yang diatur oleh pemerintah, dalam hal ini adalah oleh kemeterian agama. Saya sebagai rektor, sekalipun sudah menjabat sedemikian lama, tidak memiliki otoritas secara khusus menyiapkan calon rektor. Kewenangan itu bukan berada di tangan saya. Calon rektor akan dipilih secara demokratis oleh mereka yang berwenang, dan selanjutnya akan ditentukan oleh Menteri Agama.
Namun demikian, agar perkembangan kampus yang telah lama saya pimpin ini ke depan justru semakin maju, maka saya lebih memilih untuk mempersiapkan calon mereka yang dipimpin daripada calon pemimpinnya itu sendiri. Selama ini, saya beranggapan bahwa, calon pemimpin tidak perlu dipersiapkan. Pada saatnya nanti, lewat mekanisme yang ada, akan muncul sendiri. Menurut hemat saya, pekerjaan yang seharusnya dilakukan dan itu sebenarnya sudah saya kerjakan adalah mempersiapkan mereka yang akan dipimpin untuk mengembangkan kampus ini secara bersama-sama. Manakala pada dosen dan juga semua saja, ------- sebagai calon yang dipimpin, telah memiliki kualifikasi yang diperlukan oleh perguruan tinggi yang maju, maka siapapun yang memimpin kampus ini akan tetap maju.
Selama ini yang saya lakukan, sebagai bagian dari upaya menyiapkan para calon yang dipimpin adalah meningkatkan pendidikannya, membangun iklim akademik, menumbuhkan suasana spiritual sebagai kekuatan untuk membangun cita-cita dan kerja besar, mengedepankan profesionalisme, kebersamaan, ketulusan, semangat berkorban, dan lain-lain. Untuk membangun iklim akademik misalnya, mereka saya ajak untuk melakukan studi lanjut, gemar menulis, dan menyenangi kegiatan penelitian ilmiah. Program studi lanjut selama ini, dalam batas-batas tertentu, terasa sudah berhasil. Sampai saat ini, dari 320 dosen tetap UIN Maliki Malang, hampir 30 % sudah bergelar Doktor (S3), dan insya Allah, pada akhir tahun depan, jumlah itu akan naik hingga mencapai lebih dari 60 %.
Saya berpandangan bahwa, sekuat apapun pemimpin UIN Maliki Malang di masa depan, manakala mereka yang dipimpin tidak kuat, maka akan mengalami kesulitan dalam memimpin dan menggerakkan kampus ini. Akan tetapi sebaliknya, manakala mereka yang dipimpin sudah cukup kokoh, maka siapapun yang memimpin, kampus ini akan tetap maju. Oleh karena itu, selama ini saya lebih memilih menyiapkan calon yang dipimpin daripada mempersiapkan calon pemimpinnya. Saya gembira, para calon yang dipimpin itu, sekarang sebagaimana saya gambarkan di muka, telah bergelar Doktor atau berpendidikan S3, apalagi sebagian besar mereka telah menunaikan rukun Islam yang ke lima (haji), sehingga upaya-upaya pengembangan intelektual, proefesionalitas, dan bahkan spiritualitasnya sudah dijalani. Atas dasar pandangan itulah maka, kiranya tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan terhadap pengembangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ke depan. Itulah jawaban yang selalu saya berikan tatkala ada pertanyaan tentang calon pemimpin kampus ini ke depan. Wallahu a’lam.
|