Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 275 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini31483
mod_vvisit_counterKemarin30712
mod_vvisit_counterMinggu ini145588
mod_vvisit_counterBulan ini617356
mod_vvisit_counterTotal29208523
Menjawab Pertanyaan tentang Pemimpin UIN Maliki Malang ke Depan PDF Cetak E-mail
Kamis, 02 Agustus 2012 23:11

 

Menjelang berakhirnya masa jabatan saya sebagai Rektor UIN Maliliki Malang, ternyata banyak orang bertanya tentang calon penggantinya. Pertanyaan itu tidak saja datang dari internal kampus, tetapi juga dari berbagai kalangan. Anehnya, mereka mengkhawatirkan akan terjadi stagnasi manakala kampus ini tidak memperoleh pemimpin yang bisa meneruskan pengembangan yang selama telah dianggap relatif sesuai dengan harapan masyarakat.

 

Kampus yang sebelumnya hanya berstatus sebagai cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya dan hanya berupa satu fakultas, yaitu fakultas tarbiyah, kini  berkembang menjadi universitas yang ternyata tidak kalah maju dibanding dengan UIN lainnya yang ada di Indonesia. Belum lagi, UIN Maliki Malang dengan adanya ma’had di dalam kampus,  dikembangkannya pengajaran Bahasa Arab dan Inggris secara intensif, program tahfidz, dan konsep integrasi antara ilmu umum dan agama secara padu,  dan lain-lain, perguruan tinggi Islam ini  menjadi terasa unik.    

 

Keunikan itu kemudian menjadi daya tarik tersendiri, selain oleh karena,   beberapa kelebihan lainnya. Banyak orang merasa khawatir manakala perkembangan yang sudah diraih itu tidak berlanjut hanya karena pimpinannya berganti.  Rupanya mereka tidak memahami,  bahwa selama ini sebenarnya kekuatan itu bukan terletak pada rektornya,  melainkian merupakan hasil kerja team yang kokoh. Kebersamaan itulah sebenarnya yang menjadikan UIN Maliki Malang berkembang sebagaimana adanya sekarang ini.

 

Oleh karena itu tatkala menjawab pertanyaan tentang bagaimana  mempersiapkan  pengganti rektor ke depan, saya selalu menjawab bahwa,  saya  sengaja tidak pernah secara khusus  menyiapkan calon pemimpin itu. Saya selalu mengatakan bahwa,  siapapun boleh mencalonkan diri sebagai Rektor UIN Maliki Malang sebagai pengganti saya.  Saya hanya memberikan kriteria, bahwa Rektor  ke depan setidaknya harus memiliki tiga kekuatan, yaitu memiliki integritas  keilmuan, kemampuan managerial dan leadership, serta   sanggup menjalin komunikasi yang luas. 

 

Siapapun warga kampus ini kiranya mampu memenuhi syarat itu. Oleh karena itu, kiranya calon rektor  tidak perlu dipersiapkan secara khusus. Apalagi untuk menjadi rektor di perguruan tinggi Islam negeri telah terdapat mekanisme yang diatur oleh pemerintah, dalam hal ini adalah oleh kemeterian agama. Saya sebagai rektor, sekalipun sudah menjabat sedemikian lama,  tidak memiliki otoritas   secara khusus menyiapkan  calon rektor. Kewenangan itu bukan berada di tangan saya.  Calon rektor akan dipilih secara demokratis oleh mereka yang berwenang,  dan selanjutnya akan ditentukan oleh Menteri Agama.

 

Namun demikian,  agar perkembangan kampus yang telah lama saya pimpin ini ke depan  justru semakin maju,  maka saya lebih memilih untuk mempersiapkan calon mereka yang dipimpin daripada  calon  pemimpinnya itu sendiri.  Selama ini, saya beranggapan  bahwa, calon pemimpin  tidak perlu dipersiapkan. Pada saatnya nanti,  lewat mekanisme yang ada, akan muncul sendiri. Menurut hemat saya,  pekerjaan yang seharusnya dilakukan  dan itu sebenarnya  sudah saya kerjakan  adalah mempersiapkan  mereka  yang akan dipimpin untuk mengembangkan kampus ini secara bersama-sama. Manakala pada dosen dan juga semua saja, ------- sebagai calon yang dipimpin, telah memiliki kualifikasi yang diperlukan oleh perguruan tinggi yang maju, maka siapapun yang memimpin  kampus ini akan  tetap maju. 

 

Selama ini yang  saya lakukan,  sebagai bagian dari upaya menyiapkan para calon yang dipimpin adalah meningkatkan pendidikannya, membangun iklim akademik, menumbuhkan suasana spiritual sebagai kekuatan untuk membangun cita-cita dan kerja besar, mengedepankan profesionalisme,  kebersamaan,  ketulusan, semangat berkorban, dan lain-lain.   Untuk membangun iklim akademik misalnya, mereka saya ajak untuk melakukan  studi lanjut,  gemar menulis,  dan menyenangi  kegiatan penelitian ilmiah.  Program studi lanjut selama ini,  dalam batas-batas tertentu, terasa  sudah berhasil. Sampai saat ini,  dari 320 dosen tetap UIN Maliki Malang,  hampir  30 % sudah bergelar Doktor (S3), dan insya Allah, pada  akhir tahun depan,  jumlah itu  akan naik hingga mencapai lebih dari 60 %.

 

Saya berpandangan bahwa,  sekuat apapun pemimpin UIN Maliki Malang di masa depan, manakala mereka yang dipimpin tidak kuat, maka akan mengalami kesulitan dalam memimpin dan menggerakkan kampus ini. Akan tetapi sebaliknya, manakala mereka yang dipimpin sudah cukup kokoh, maka siapapun yang memimpin, kampus ini  akan tetap maju.  Oleh karena itu, selama ini saya lebih memilih  menyiapkan calon yang dipimpin daripada mempersiapkan calon pemimpinnya.  Saya gembira, para calon yang dipimpin itu, sekarang sebagaimana saya gambarkan di muka, telah bergelar Doktor atau  berpendidikan S3, apalagi sebagian besar mereka telah menunaikan rukun Islam yang ke lima (haji), sehingga upaya-upaya pengembangan intelektual, proefesionalitas,  dan bahkan spiritualitasnya  sudah dijalani. Atas dasar pandangan itulah maka, kiranya tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan terhadap pengembangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ke depan. Itulah jawaban yang selalu saya berikan tatkala ada pertanyaan tentang calon pemimpin kampus ini ke depan.  Wallahu a’lam.