Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 305 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3881
mod_vvisit_counterKemarin29370
mod_vvisit_counterMinggu ini89325
mod_vvisit_counterBulan ini534455
mod_vvisit_counterTotal29125622
Memuat Kurikulum Soft skills di Sekolah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Aries Musnandar   
Sabtu, 04 Agustus 2012 06:38

Soft skills adalah kecakapan bukan teknis (non akademik) yang ternyata sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kinerja individu. Contoh individu yang memiliki kepiawaian soft skills misalnya memiliki inisiatif tinggi dalam menyelesaikan masalah, kreatif mencari jalan keluar, mampu berinteraksi dengan sesama secara baik dan menyenangkan, jika diberikan tugas memimpin berhasil mengelola orang yang dipimpinnya dan berbagai kecakapan yang bersifat intra personal (dalam diri)  dan inter personal (antar individu).

Adalah Howard Gardnder (1983)  dan Daniel Goleman (1995) yang populer dengan menemukan bahwa atrirbut-atribut soft skills tersebut ternyata menyumbang pengaruh sangat besar dalam menentukan keberhasilan belajar dan bekerja seseorang. Bahkan  Daniel Goleman mengungkap lebih 80% kesuksesan orang-orang di Amerika di dunia kerja disebabkan oleh kuatnya soft skills mereka.

Di negara maju kecakapan ini sangat diperhatikan, misalnya di sekolah di Finlandia yang merupakan peringkat pertama dunia berdasarkan survei internasional Organization for Economic Corperation and Development (OECD) yang menerapkan pembelajaran dan kebijakan pendidikan berdasar pada pencapaian soft skills yang optimal.

Berdasarkan pengalaman empirik teoretik dan fakta praksis diatas maka sekolah-sekolah di Indonesia perlu menanamsuburkan dan menumbuhkembangkan pembelajaran yang beroerientasi pada penguatan soft skills peserta didik (siswa dan mahasiswa). Oleh karena itu para staf pendidik mesti dibekali pemahanan tentang cara-cara meningkatkan kualitas soft skills indovidu. Dengan memasyarakatkan pembelajaran berorientasi pada soft skills maka diharapkan peserta didik akan memiliki kelengkapan keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya di sekolah tetapi juga di dunia kerja yakni 'hard skills" (akademik) dan 'soft skills' (non teknis).

Paling tidak soft skills dapat dibentuk di sekolah/perguruan tinggi melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat ko-kurikuler, ekstra kurikuler dan non kurikuler. Yang pertama dapat dilakukan merekat pada materi ajar, sedang ekstra kurkuler dilekatkan pada kegiatan tambahan yang berguna bagi poertumbuhan soft skills peserta didik seperti diwajibkannya mereka mengkuti unit kegiatan siswa/mahasiswa. Terkahir non kurikuler dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat dengan interaksi pada dunia luar sekolah/perguruan tinggi.

Melalui ketiga kegiatan kurikuler ini diharapkan soft skills siswa mahasiswa kita akan tumbuh pesat, sehingga dimasa mendatang kita akan memiliki pemimpin bangsa yang kompeten dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, karena telah dibekali soft skills yang diperlukan dalam meningkatkan kinerja (unjuk kerja) individu.