Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Menangkap Pesan IDB Tentang Problem SosialSebelum acara konferensi yang diselenggarakan oleh IDB di Tajikistan secara resmi dibuka,... |
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Mata IDBDari sekian banyak perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan pendanaan dari IDB, baik... |
Mencari Isyarat Keberagamaan di TajikistanInformasi pertama kali yang saya dapatkan ketika nyampai di Tajikistan adalah menyangkut... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 3881 |
![]() | Kemarin | 29370 |
![]() | Minggu ini | 89325 |
![]() | Bulan ini | 534455 |
![]() | Total | 29125622 |
| Memuat Kurikulum Soft skills di Sekolah |
|
|
|
| Ditulis oleh Aries Musnandar |
| Sabtu, 04 Agustus 2012 06:38 |
|
Soft skills adalah kecakapan bukan teknis (non akademik) yang ternyata sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kinerja individu. Contoh individu yang memiliki kepiawaian soft skills misalnya memiliki inisiatif tinggi dalam menyelesaikan masalah, kreatif mencari jalan keluar, mampu berinteraksi dengan sesama secara baik dan menyenangkan, jika diberikan tugas memimpin berhasil mengelola orang yang dipimpinnya dan berbagai kecakapan yang bersifat intra personal (dalam diri) dan inter personal (antar individu). Adalah Howard Gardnder (1983) dan Daniel Goleman (1995) yang populer dengan menemukan bahwa atrirbut-atribut soft skills tersebut ternyata menyumbang pengaruh sangat besar dalam menentukan keberhasilan belajar dan bekerja seseorang. Bahkan Daniel Goleman mengungkap lebih 80% kesuksesan orang-orang di Amerika di dunia kerja disebabkan oleh kuatnya soft skills mereka. Di negara maju kecakapan ini sangat diperhatikan, misalnya di sekolah di Finlandia yang merupakan peringkat pertama dunia berdasarkan survei internasional Organization for Economic Corperation and Development (OECD) yang menerapkan pembelajaran dan kebijakan pendidikan berdasar pada pencapaian soft skills yang optimal. Berdasarkan pengalaman empirik teoretik dan fakta praksis diatas maka sekolah-sekolah di Indonesia perlu menanamsuburkan dan menumbuhkembangkan pembelajaran yang beroerientasi pada penguatan soft skills peserta didik (siswa dan mahasiswa). Oleh karena itu para staf pendidik mesti dibekali pemahanan tentang cara-cara meningkatkan kualitas soft skills indovidu. Dengan memasyarakatkan pembelajaran berorientasi pada soft skills maka diharapkan peserta didik akan memiliki kelengkapan keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya di sekolah tetapi juga di dunia kerja yakni 'hard skills" (akademik) dan 'soft skills' (non teknis). Melalui ketiga kegiatan kurikuler ini diharapkan soft skills siswa mahasiswa kita akan tumbuh pesat, sehingga dimasa mendatang kita akan memiliki pemimpin bangsa yang kompeten dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, karena telah dibekali soft skills yang diperlukan dalam meningkatkan kinerja (unjuk kerja) individu. |