UIN Malang Anugrahi Gelar HC Grand Syeikh Al Azhar


» Rabu, 24 Februari 2016 15:59, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 2370

831_hcc.jpg

UIN MALANG-Dalam rangka memberikan penghargaan akademik terhadap seseorang yang telah berjasa besar di bidang keilmuan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Grand Syeikh Al-Azhar Mesir, Prof. Ahmad Muhammad Ahmad Al-Thayyib, MA., Ph.D. dalam bidang Pendidikan Islam (24/2).

Pemberian gelar ini diselenggarakan melalui Rapat Terbuka Senat Universitas di lantai 5 Hall Rektorat Kampus I UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Grand Syeikh Al-Azhar menyampaikan pidato orasinya dengan topik: Peran Islam Moderat dalam Menciptakan Perdamaian Global.

Perhelatan besar tersebut dihadiri kurang lebih 559 undangan dari berbagai kalangan, mulai pejabat Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, serta duta besar Mesir dan negara sahabat. Hadir pula para rektor perguruan tinggi keagamaan agama Islam negeri dan swasta, kakankemenag se-Jawa Timur, kakanwil se-Indonesia, PTN, PTS, se-Jawa Timur, pondok pesantren, Forpinda Malang Raya, ormas-ormas keagamaan, dan sivitas akademika..

Tujuan umum diberikannya gelar Doktor Honoris Causa ini adalah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan atas jasa beliau dalam mengembangkan Islam moderat yang dapat mengayomi semua golongan dan dalam rangka menciptakan perdamaian bagi masa depan dan dunia global. Karena saat ini dunia Islam sedang dilanda oleh berbagai persoalan yang menyangkut konflik, baik konflik antaragama, antaraliran, suku, ras dsb. Agama moderat yang menjadi rahmat untuk seluruh jagat raya ini (rahmatan lil’alamin), tidak hanya untuk umat manusia yang berbeda agama, etnis, dan warna kulit, tetapi juga makhluk lain. Oleh sebab itu,rahmatan lil ‘alamin adalah bahasa pilihan al-Qur’an yang bersifat all embracing, universal dan beyond sectarianism.

Sebagaimana yang kita saksikan saat ini, bahwa saat ini di banyak negara telah terjadi konflik yang sudah pada taraf memprihatinkan, terutama di negara-negara Islam Timur Tengah. Gerakan ekstremisme dan terorisme yang dikomando oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sudah sedemikian massif dan membahayakan dunia, termasuk yang baru saja terjadi di Paris sekarang ini. Sementara itu konflik antargolongan Islam, Sunny-Syi’ah juga tak kunjung reda. Maka umat Islam Indonesia, mulai dari para cendekiawan, ulama’ dan para sufi-nya harus tampil ke depan untuk membendung gerakan ekstremisme dan terorisme tersebut melalui gerakan desiminasi Islam moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin menuju perdamaian dunia.

Kenapa Islam moderat? Sebagai sebuah ajaran, Islam dikenal sebagai agama yang sangat humanis, bahkan konsep tauhid --sebagai dimensi ideal-transendental dalam ajaran Islam-tidak boleh dipisahkan dari kehidupan sosialnya. Islam moderat adalah Islam humanis yang dapat mengayomi semua, dari berbagai lapisan sosial baik etnis maupun agama. Tetapi sayangnya, secara empiris dalam masyarakat, ajaran yang humanis dan menekankan nilai-nilai sosial ini tidak nampak kental dalam masyarakat muslim, justru yang terjadi sebaliknya. Ada kesenjangan antara nilai-nilai agama yang bersifat ideal dengan nilai-nilai sosialnya. Kebanyakan orang Islam tidak peduli dengan ketimpangan sosial di mana-mana.(*)

(Ajay)