Toleransi Tinggi ala Nabi
Abadi Wijaya Senin, 28 November 2016 . in Berita . 742 views
1088_toleransi.jpg


GEMA-Menyusul isu toleransi antar beragama di tanah air, HTQ UIN Malang mengadakan kajian mengenai hal itu, Minggu (27/11). Kajian bertajuk Reaktualisasi Konsep Toleransi dalam Kalam Ilahi tersebut merupakan bagian dari acara Sema’an al Quran Mahasiswa se-Malang Raya ke 14. Bersama Muhammad Yahya, konsep toleransi luar biasa dalam Islam dikupas berdasarkan al Quran dan sejarah.

Menurut Yahya, al Quran dan Hadis sudah menjelaskan banyak tentang cara berhubungan dengan umat agama lain. Ia mencontohkan bagaimana toleransi yang dicontohkan Rasulullah SAW kepada kaum Yahudi dalam peristiwa Yastrib. “Sungguh toleransi dalam Islam itu sangat hebat,” ujar mantan Ketua ICP Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) tersebut.
Praktik toleransi antar umat beragama di Indonesia menurutnya masih lebih baik dibandingkan negara lain. Pengasuh Kajian Tafsir Tematik Nurul Hayat tersebut berkisah sulitnya kehidupan muslim di Melbourne, Australia. Umat Islam di Melbourne bahkan tidak bisa membangun masjid karena sulitnya perizinan di sana.
Menanggapi isu baru-baru ini, dosen FITK tersebut mengatakan bahwa toleransi antar umat Islam justru hal yang lebih penting. Perbedaan dalam Islam merupakan hal yang pasti. Bukan perbedaan yang membahayakan Islam, tetapi perasaan paling benar sendiri. “Jangan sampai persatuan umat hanya menjadi jargon saja,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa menafsiri al Quran harus dilakukan secara komprehensif. Seseorang tidak bisa menetapkan suatu hukum hanya dengan mengutip satu ayat dari al Quran. Di tengah perbedaan, umat Islam seharusnya bersatu dan berjuang bersama. “Perbedaan itu hanya sebuah jalan berbeda menuju surga,” pungkasnya. (zaw/nd)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144 Telp. +62 (341) 551-354
keyboard_arrow_up