ICQAIHE Bahas Key Performance Indicators


» Minggu, 18 Desember 2016 13:31, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 512

1101_pak-amin.jpg
TOKOH: Rektor UIN Maliki Malang Mudjia Rahardjo bersama dengan Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin saat memasuki Ballroom Klub Bunga Batik Resort.

GEMA-Usai agenda penyamputan participant malam tadi, hari ini, agenda The 3rd International Conference on Quality Assurance of Islamic Higher Education dilanjutkan dengan opening ceremonial.

Digelar di Klub Bunga Batik Resort Kota Batu, perhelatan akbar ini dihadiri oleh sejumlah rektor dari seluruh perguruan tinggi Islam di Indonesia. Tidak hanya itu, perwakilan dari beberapa negara muslim juga turut hadir dalam konferensi ini.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si menyampaikan rasa bahagianya dapat menjadi tuan rumah pada agenda internasional tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para rektor dari berbagai perguruan tinggi yang telah menghadiri agenda tersebut. “Terimakasih kepada para rektor yang telah menyempatkan hadir di tengah kesibukannya. Sebab saya rasa acara ini memang sangat penting untuk membahas isu-isu di dunia pendidikan khusunya pada Pendidikan Islam,” ujarnya dalam Bahasa Inggris.

Melanjutkan pidatonya, doktor bidang sosiolinguistik tersebut menjelaskan, tema yang dibahas ialah tentang pengembangan dan peningkatan kualitan pendidikan Islam pada perguruan tinggi Islam. Ia juga mengatakan bahwa konferensi ini fokus mendiskusikan mengenai Key Performance Indicators (KPI). Selanjutnya, masih kata Prof. Mudji, hal tersebut perlu didiskusikan agar semua perguruan tinggi Islam di negara maritim ini dapat tahu cara memformulasikan kelanjutan kualitas pendidikan Islam di era global. Tidak hanya itu, hal tersebut ditujukan agar institusi pendidikan Islam bisa menjadi universitas terdepan di dunia.

Pada kesempatan selanjunya, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, M.A banyak membahas tentang hal yang penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Diantaranya, ia mengatakan bahwa kualitas dosen sangat mempengaruhi kualitas pendidikan. Di Indonesia, kata lelaki kelahiran Wajo ini, jumlah profesor di Indonesia masih sangat rendah. Untuk itu, instisusi pendidikan di Indonesia perlu untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas profesornya. “Hal selanjutnya yang perlu untuk dilakukan ialah menguatkan kapasitas infrastruktur. Sebab, pendidikan yang baik tidak lepas dari kualitas infrastrukturnya,” lanjut alumni IAIN Alaudin Makassar tesebut. Melakukan akreditasi internasional dan menguatkan kualitas IT (Information Technology) juga menjadi point penting menurutnya. Mengakhiri pidatonya ia merekomendasikan, agar seluruh perguruan tinggi di negeri ini bisa membuat satu jurnal Islam terakreditasi internasional yang dapat dijadikan rujukan kajian Islam. (hni/nhl)

(Ajay)