Implementasi KPIs Versi UIN Maliki Malang


» Senin, 19 Desember 2016 16:38, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 483

1104_kpi.jpg
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si saat menerangkan implementasi Key Performance Indicators (KPI) di UIN Malang.

GEMA-Agenda seminar pada The 3rd International Conference on Quality Assurance of Islamic Higher Education berlangsung sukses, Minggu (18/12).

Rektor UIN Maliki Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Brawijaya saling berbagi pengalaman mengenai implementasi kampus mereka dalam menguatkan kualitas pendidikan. Seminar yang dihelat di Ballroom Klub Bunga Butik Resort Batu tersebut dihadiri oleh sejumlah praktisi pendidikan dari seluruh Indonesia dan beberapa negara Islam lainnya.

Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si mewakili sivitas akademika UIN Malang, membagikan best practice of UIN Malang dalam mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPIs). Ia mengawali materinya dengan pertanyaan apakah Islam hanya sebuah nama ataukah nilai Islam benar-benar diterapkan di semua kegiatan akademik? Orang nomor satu di Kampus Ulul Albab tersebut menjelaskan, nama Islam di institusi pendidikan ialah untuk melahirkan orang yang cerdas dan berkarakter islami. “Untuk bisa menciptakan orang yang cerdas sekaligus baik, bukanlah perkara yang mudah,” sambungnya.

Untuk itu, kata Prof. Mudji, salah satu cara yang UIN Malang lakukan agar dapat melahirkan generasi seperti tersebut ialah dengan membangun mahad. Selama satu tahun tinggal di dalamnya, mahasiswanya dapat belajar ilmu sains sekaligus ilmu agama. “Smart people are not mean good people, oleh sebab itu transfer pengetahuan tidaklah cukup. Mereka juga harus bisa mengkaji al Quran dan hadis,” ujar lelaki kelahiran Blitar tersebut. Tidak hanya di mahad, dalam kurikulum akademiknya, mata kuliah fikih, al Quran dan hadis, akidah akhlak, sejarah peradaban Islam, dan tasawuf juga harus dipelajari oleh semua mahasiswa.

Ia mengatakan, usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dalam hal kurikulum dan akademik saja. Dalam hal infrastruktur, pihaknya telah menyediakan sarana belajar untuk mengkaji ilmu sains, mahad untuk mempelajari ilmu agama, sarana kesehatan, dan sarana olahraga. Ayah tiga anak terebut mengatakan, hal tersebut dilakukan agar universitas tersebut bisa benar-benar menciptakan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul. (hni/nhl)

(Ajay)