Rektor Serahkan Anggaran Pagu Definitif Tahun 2017


» Rabu, 11 Januari 2017 16:26, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 588

1117_pagu-2017.jpg
Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia rahardjo, M.Si menyerahkan anggaran pagu definitif kepada Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B., Sp.BP-RE (K).


GEMA-Bertempat di ruang rapat rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semua pejabat utama melakukan rapat sekaligus penyerahan anggaran Pagu Definitif tahun 2017 kepada para dekan dan ketua lembaga yang ada di lingkungan UIN Maliki Malang. Rabu, (11/1).

Rektor UIN Maliki Prof. dr. H. Mudjia Rahardjo menghimbau agar penyusunan anggaran di UIN Maliki tepat sasaran dan sesuai dengan sembilan program pokok UIN Maliki yang sudah termaktub dalam Garis Besar Haluan Universitas (GBHU). Oleh karenanya, proses penyusunan anggaran yang baik menjadi tolak ukur dalam mencapai cita-cita besar UIN Maliki. “Tahun 2017 ini, mega proyek pembangunan kampus III insyaallah akan segera dimulai,” paparnya.
Menurut dia, ada beberapa hal yang harus dibenahi yaitu kelengkapan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar di kampus ini. Karena untuk mendapatkan output yang berkualitas diperlukan sarana penunjang yang lengkap. Sehingga, lulusan UIN Maliki diharapkan bisa memiliki kemampuan yang bisa diandalkan. “Selain itu, bagi prodi yang belum terakreditasi harus segera diakreditasikan,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Perencanaan UIN Maliki Ridwan, anggaran UIN Maliki tahun 2017 ini difokuskan pada pemenuhan sarpras agar proses belajar mengajar bisa terpenuhi. Misalnya saja kebutuhan fasilitas kelas yang memadai beserta ruang laboratorium di masing-masing fakultas. “Sarparas ini penting untuk dilengkapi karena hal ini berhubungan langsung dengan pelayanan kepada mahasiswa sebagai stakeholdernya,” paparnya.
Tidak hanya itu, UIN Maliki juga mentargetkan bahwa tahun 2017 ini semua prodi yang belum terakreditasi harus segera diakreditasikan ke BAN-PT. UIN Malang juga berkomitmen untuk melakukan penjaminan mutu program studinya masuk dalam AUN Quality Assurance (AUN QA). AUN adalah sebuah organisasi jejaring universitas di Asean yang mempunyai tujuan untuk memperkuat dan memperluas kerjasama di bidang pendidikan tinggi antar negara Asean. “AUN menjadi lembaga yang ditunjuk untuk melakukan penjaminan mutu program studi ditingkat regional Asean. “Di Indonesia masih ada empat perguruan tinggi yang menjadi anggota AUN dan mendapatkan assessment AUN-QA tiap tahunnya yaitu UI, UGM, ITB, dan UNAIR,” paparnya.

(Ajay)