Bergeliat di Dunia Bisnis Digital


» Jumat, 17 Februari 2017 16:18, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 395

1131_digital.jpg

GEMA-Kementerian Komunikasi dan Informasi memiliki misi untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia. Untuk itu, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital digagas. Ini merupakan langkah awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia. Misi gerakan ini untuk menciptakan sekitar 1000 entrepreneur muda dari perguruan tinggi. Khususnya mereka yang berbisnis di bidang aplikasi atau digital.

UIN Maliki pun menjadi salah satu tempat untuk gerakan modern tersebut. Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Samuel A. Pangerapan, Ph.D. pun didatangkan untuk mengisi seminar di area Kampus Pascasarjana, Sabtu (11/2).
Di antara 10 kota terpilih, Malang menjadi tujuan utama sekaligus tempat launching gerakan tersebut. “Kota Malang sudah lama jadi tujuan para pelajar. Infrastruktur dan pondasinya pun kuat di bidang digitalisasi sistem informasi,” jelasnya.
Ia yakin, kalangan muda Malang pasti memiliki ide orisinal yang juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkan Go-Jek dan Grabs yang founder-nya adalah pemuda. “Jadi saya yakin, pasti masih ada ide menarik lainnya dari mahasiswa-mahasiswa di sini,” ujarnya optimis.
Dr. Achmad Sani, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi menyatakan apresiasinya untuk gerakan startup digital ini. Ia turut membeberkan data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia) tahun 2016. Dari 132,7 juta netizen Indonesia, 70 juta adalah mereka yang di usia 20 hingga 30 tahun. “Jadi bisnis seperti ini, terbukti cocok untuk kalangan muda yang selalu uptodate,” imbuhnya.
Staf Menkominfo Liz Sutjiati, M.Sc. menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilakukan selama empat tahun. Sebagai pemrakarsa, ia optimis dalam kurun tersebut akan muncul 1000 entrepreneur muda di bidang digital.
Untuk menyaring bakat para pemuda, Liz menjelaskan keempat tahapnya. Pertama, ignition (pengenalan). Di sini, calon pebisnis akan dikenalkan dengan digital entrepreneur muda yang terbilang sukses. Selanjutnya, mereka akan mengikuti workshop selama seminggu untuk meningkatkan keterampilan. Tahap ketiga ialah hackaton. Di sini peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ide di lapangan dengan bimbingan mentor. Terakhir mengikuti booth camp selama 3 hingga 5 hari untuk membantu peluncuran produk startup digital para peserta. “Peserta tetap akan mendapat pantauan dari para expert walau empat tahapan tersebut sudah kelar,” jelas Liz. (san/nd)

(Ajay)