Nabi dan Para Sahabat Berwirausaha, Anda?


» Senin, 3 April 2017 03:27, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 614

1151_rektor.jpg
CINDERA MATA: Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo saat memberikan cendera mata kepada Anggota Komisi XI DPR RI Muchammad Romahurmuziy selepas Kuliah Tamu, Sabtu (1/4).

GEMA-“Nilai-nilai akademik ini penting karena akan memandu kita untuk berperilaku di setiap amanah dalam mengelola bangsa ini.

Di sini saya berusaha mengajak dan membagikan virus kewirausahaan. Karena dari kewirausahaan itulah masa depan negeri ini akan gemilang,” tutur Muchammad Romahurmuziy dalam Kuliah Tamu, Sabtu (1/4). Kegiatan ini terselenggara di Aula Rektorat Lt. 5 dengan menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP PPP sebagai narasumber.


Romahurmuziy menuturkan, dalam berwirausaha kita harus berani mengambil resiko atas bisnis tersebut. Pandai dan jeli memanfaatkan peluang, bersifat inovatif, kreatif, dan kaya ide. Serta mampu memanfaatkan sumber daya secara maksimal. Selain itu ilmu agama juga penting, karena bekal ilmu agama adalah separuh jalan kebaikan. Jadikan al Quran kitab suci umat Islam sebagai motivasi. Contoh karir entrepreneur Rasulullah saw. dan cerita wirausaha para sahabat. “Tunggu apa lagi kita punya pedoman al Quran dan punya sebaik-baiknya tauladan yaitu Rasulullah,” terangnya.


Masih kata Romahurmuziy, Islam sangat menganjurkan kemandirian ekonomi. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad dan para sahabat. Allah tidak melarang umat-Nya menjadi kaya, tetapi yang dilarang adalah bermewah-mewahan. Mahasiswa sudah saatnya merubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Berwirausaha bukan sekedar mencari kenikmatan dunia tetapi juga bekal di akhirat. “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok,” lanjut alumni ITB ini. (mir/sy)

 

(Ajay)