3931 Peserta Ujian Mandiri Siap Berebut Kursi DI UIN Malang
Abadi Wijaya Selasa, 18 Juli 2017 . in Berita . 798 views
1198_koordinasi-mandiri.jpg

GEMA-Persiapan pelaksanaan ujian jalur mandiri tulis dan prestasi yang dijadwalkan besok, (Rabu, 19/7) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus dimatangkan. Panitia pelaksanaan ujian melakukan koordinasi menyeluruh terkait persiapan ujian yang akan diikuti 3926 peserta (17/7).

Dalam rapat evaluasi tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H. Zainuddin, MA dan Kabiro AAK Drs. H. Achmad Heru Achadi beserta Kabiro AU Mahfud Shodar memberikan wejangan dan pengarahan terhadap seluruh tim panitia. Diawali dari WR I, Dr. Zainuddin menghimbau kepada seluruh panitia bahwa pelaksanaan ujian mandiri tulis dan prestasi ini harus mencontoh pada pelaksanaan ujian SNMPTN dan UM-PTKIN yang sudah terlaksana dengan baik. Dalam pelaksanaan seleksi ini, peserta tetap diharuskan mengikuti tes interview dan baca tulis Alquran. “Tes tersebut tidak boleh ditiadakan, tetapi harus dilakukan,” pesannya.
Begitu juga soal persiapan tes tulis baik yang soal IPA, IPC dan IPS harus betul-betul ditelaah ulang hingga soalnya benar dan tidak ada lagi kesalahan. “Tim soal harus melakukan ferifikasi ulang agar tidak ada kesalahan seperti tahun lalu,” evalnya.
Tidak hanya persoalan soal ujian yang perlu disiapkan, papan penunjuk arah dan juga denah lokasi ujian usahakan disiapkan agar tidak ada satupun peserta yang kebingungan. Jangan sampai peserta ujian tidak mengetahui dimana letak ruangan ujiannya. “Saya harap, semua atribut tersebut disiapkan, sehingga ujian ini betul-betul berwibawah serta berjalan dengan tertib dan lancar,” pesannya.
Sementara itu, Kabiro AAK Drs. H. Achmad Heru Achadi menegaskan tidak ada toleransi bagi peserta yang mengalami keterlambatan lebih dari 30 menit sejak dimulainya pelaksanaan ujian tersebut. Aturan ini perlu diperhatikan betul-betul bagi seluruh panitia, sehingga jika nanti ada peserta yang telat lebih dari 30 menit maka dia dianggap mengundurkan diri. “Bagi peserta yang terlambat kurang dari 30 menit maka diperbolehkan mengikuti ujian. Akan tetapi tidak ada toleransi penambahan jam bagi peserta terlambat,” tegasnya.
Saat ditanya soal kuota jalur mandiri tulis dan prestasi, dia menegaskan bahwa target yang akan diterima tidak kurang dari 700 an peserta saja. “Jalur mandiri ini hanya akan diambil 600-700 an pseserta saja yang memenuhi standar kelulusan, sehingga perbandingannya 1:6 dan mereka harus bersaing ketat,” pungkasnya.

 

(Ajay)