Radikalisme Ancam Mahasiswa Baru
Abadi Wijaya Selasa, 15 Agustus 2017 . in Berita . 515 views
1224_masdar.jpg

GEMA-“Saat ini banyak aliran-aliran baru yang masuk ke Indonesia yang memberikan ancaman nyata bagi negara kedaulatan NKRI, terutama aliran radikalisme yang memiliki ideologi ingin mendirikan negara khilafah.” Itulah sepenggal kalimat yang disampikan Prof. Dr. Masdar Farid Mas'udi, MA.

kepada 3.445 mahasiswa baru (maba) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di gedung Sport Center Lt.2 (14/8).
Menurut Prof. Masdar, UIN Malang menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terbesar yang memiliki disiplin keilmuan keagamaan yang kuat akan tetapi juga harus diimbangi dengan proses pendidikan yang baik. Pasalnya, umat Islam saat ini memerlukan pemuda yang terdidik secara sempurna untuk menangkal faham radikalisme tersebut.
Di media, banyak diberitakan tak sedikit mahasiswa yang menjadi korban dari aliran Islam radikal tersebut. Untuk itu, melalui kampus UIN Malang ini harus menyiapkan generasi yang unggul dalam segala bidang ilmu pengetahuan.
Negara Indonesia, kata dia, merupakan negara kesatuan republik indonesia (NKRI) yang didalamnya terdiri berbagai macam suku, ras, dan agama serta memiliki ratusan budaya yang berbeda. Akan tetapi hingga saat ini kedaulatan dan menjunjung nilai-nilai pancasila tetap menjadi asa negara ini. “Saat ini, banyak negara Islam yang hancur gara-gara konflik, mereka memiliki agama, bahasa, dan budaya yang sama. Akan tetapi tidak memiliki kedaulatan yang kuat,” terangnya.
Kuncinya, kata dia, negara Indonesia tidak mendeklarasikan negara Islam. Padahal, mayoritas penduduknya muslim. Islam di Indonesia tujuan utamanya bukan untuk menegakkan syariah. Akan tetapi lebih pada perbaikan akhlak pada setiap muslim. “Contohnya menanamkan keikhlasan, nilai toleransi, gotong royong dan ketulusan,” paparnya.
Umat Islam, tambah dia, merupakan sebaik-baiknya umat. Maka jadikan umat Islam di negeri ini sebagai umat yang terbaik dari umat-umat yang lain. “Caranya mudah yaitu dengan selalu toleran dan mengayomi umat yang lain meskipun berbeda agama, mazhab ataupun tradisinya,” tegasnya.
Untuk itu, pesan dia, Islam nusantara ini jadikan tonggak untuk mempererat umat islam satu dengan lainnya. “Mari kita kokohkan nilai Islam melalu hidup rukun dan penuh kedamaian,” ajaknya.

(Ajay)