Berwirausahalah!


» Rabu, 13 September 2017 14:57, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 118

1252_menpan-2.jpg
Rektor UIN Maliki Malang ABdul Haris saat memberikan cindera mata kepada MenPAN-RB Dr. H. Asnan Abnur, S.E., M.Si


GEMA-Kehadiran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Dr. H. Asnan Abnur, S.E., M.Si. siang ini memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (13/9).

Dengan tema Peran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam Kedaulatan Pendidikan menjadi pembahasan dalam kuliah umum tersebut. MenPAN-RB mengajak seluruh mahasiswa UIN Maliki lebih mandiri. Jangan sampai lulusan kampus ulul albab ini hanya bercita-cita ingin menjadi PNS. “Jika kalian ingin menjadi orang kaya dan sukses jangan jadi PNS. Itu kuncinya,” paparnya.

Menjadi PNS tidak menjadikan orang kaya. Akan tetapi justru yang berwirausahalah yang memiliki peluang untuk menjadi orang yang sukses secara materi. Di era globalisasi saat ini, semua dituntut lebih cermat dan tepat dalam mengambil keputusan. “Maka jadilah usahawan muda yang mandiri,” ajaknya.

Perguruan tinggi, kata dia, seyogyanya menjadi basic utama dalam peningkatan kualitas SDM. Untuk meningkatkan kualitas tersebut diperlukan pengajar yang profesional, sehingga outputnya memiliki kemampuan yang setara dengan perguruan tinggi ternama. “Rendahnya kualitas pengajar itu tergantung pada kualitas pendidikannya,” tegasnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan SDM tersebut bisa dilakukan dengan banyak hal, misalnya saja mendatangkan profesor terkenal dari luar negeri untuk diajak sharing mengenai research sesuai dengan disiplin keilmuannya masing-masing. “Sehingga, cara ini bisa mendongkrak kualitas SDM yang lebih baik lagi,” paparnya.

Masih kata Men-PAN-RB, fungsi perguruan tinggi utamanya membentuk watak yang unggul. Sehingga lulusan sarjana tersebut memiliki keahlian dan pola berpikir logis. Pola berpikir tamatan SMP, SMA dan perguruan tinggi tentunya memiliki cara pandang yang berbeda. Lulusan kampus tentunya dituntut lebih cermat dalam membaca peluang di dunia kerja. Sehingga, ada korelasi antara dunia kerja dengan keahlian yang dimilikinya.
Pengembangan Iptek saat ini perlu diimbangi dengan ide kreatif dari sarjana muda, misalnya saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen tidak perlu datang langsung ke supermarket. Mereka cukup menggunakan aplikasi dari HP tinggal order kebutuhannya saja. “Ini peluang yang harus terus dikembangkan,” pungkasnya.

(Ajay)