Action Budaya Pendidikan
Abadi Wijaya Kamis, 2 November 2017 . in Berita . 253 views
1303_sujiwo.jpg

GEMA-DEMA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menghadirkan seorang Budayawan Sujiwo Tejo. Tak cukup itu, pihak panitia juga mengundang Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. karena kecintaannya terhadap sastra. Kedua narasumber tersebut disandingkan pada Seminar Nasional Pendidikan, Kamis (2/11).

Sujiwo Tejo menegaskan, seorang pendidik seharusnya tidak hanya mengajarkan teori tanpa action atau perbuatan. Teori yang diajarkan kepada murid hanya tertanam dalam otak sebagai kata bukan sesuatu yang bisa diterapkan dalam kehidupan.
Ia melanjutkan, sebagai murid, belajar dan bertanya kepada yang lebih tahu itu penting. Namun, tanyakan hal tersebut pada diri sendiri terlebih dahulu. “Jangan terlalu mendambakan kata-kata, tapi action, lakukan, karena belajar tidak melulu tentang teori,” lugasnya.
Masih kata Mbah Tejo, fokus dan waspada pada lingkungan sekitar ialah kunci untuk memajukan pendidikan dalam lingkup kebudayaan. “Karena budaya itu luas. Tidak cukup dengan konsentrasi pada satu hal dan melupakan pembelajaran dari sekitar kita,” jelasnya.
Kepada calon pendidik masa depan, ia menekankan pentingnya kesadaran akan lingkungan sekitar. Ia pun berpesan untuk menekuni bidang yang diminati. “Tapi juga tetap harus mempelajari ilmu lain, memperluas pengetahuan,” imbuhnya.
Pasalnya, menurut pria kelahiran Jember ini, pendidikan akan saling terkait. Tidak hanya fokus pada satu hal, tetapi juga memiliki cabang. Yang lebih penting ialah mengajarkan sesuatu yang humanistik kepada peserta didik.
Kegiatan seminar nasional pendidikan ini merupakan bagian dari FITK Festifal. Sebelumnya juga telah diadakan berbagai kegiatan lomba maupun seminar sejenis. (mir/nd)

(Ajay)