Proses penandatanganan kerja sama dihadiri langsung oleh direktur utama LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si. beserta jajaran direksi LPPOM MUI. Direktur LPPOM MUI menyambut baik adanya perjanjian kerjasama dalam bidang pengujian ini terlebih pada bidang jaminan produk halal, guna menjamin bahwa produk yang beredar di Indonesia benar-benar tidak mengandung bahan yang diharamkan.
Muti menambahkan sesungguhnya kerja sama yang dapat dilakukan dengan LPPOM MUI tidak hanya dalam bidang halal melainkan juga dalam bidang yang lain seperti penelitian, kegiatan magang mahasiswa dan jasa konsultan laboratorium bagi lembaga yang akan mengajukan sertifikasi ISO/IEC 17025.
Laboratorium pengujian LPPOM MUI sudah terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 didukung dengan peralatan modern dan SDM yang kompeten dibidangnya. Kepala laboratorium LPPOM MUI, Heriyani, S.Si., M.T.Pn, menambahkan instrumen laboratorium yang dimiliki antara lain Real-time PCR, GC-MS, GC-FID, ICP-OES, ICP-MS, dan UHPLC.
Manajer LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prilya Dewi Fitriasari, M.Sc. didampingi oleh manajer mutu Moh. Taufiq, M.Si dan manajer audit Mahrus Ismail, M.Si. menyampaikan terima kasih dan mengungkapkan rasa kegembiraannya atas kesediaan LPPOM MUI menerima kunjungan dari LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Moh. Taufiq mengatakan bahwa kerja sama antarlembaga penting dilakukan karena merupakan kekuatan terbesar dalam mempertahankan sebuah organisasi, melalui kerjasama seperti ini akan mampu mewujudkan target dan tujuan organisasi dapat dicapai.
Saat ini, LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berada dibawah naungan Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) telah memiliki Laboratorium Halal Terintegrasi dengan beberapa instrumen pengujian halal seperti GC-FID atau Gas Chromatography-Flame Ionization Detector yang berfungsi sebagai alat pengujian alkohol dan Real-time PCR untuk analisis DNA babi sebagai upaya meningkatkan jaminan produk halal. (mt/sf)
Kontributor: Moh. Taufiq
Editor: Sulthan Fathani Elsyam