Skip ke Konten

Hardiknas 2026: UIN Malang Gaungkan Pendidikan untuk Perdamaian Semesta Lewat Kolaborasi Global

4 Mei 2026 oleh
Hardiknas 2026: UIN Malang Gaungkan Pendidikan untuk Perdamaian Semesta Lewat Kolaborasi Global
Ajeng Ayu Kemala

MALIKI ISLAMIC UNIVERSIT-Di tengah gema Hari Pendidikan Nasional 2026, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memilih melangkah lebih jauh dari sekadar seremoni. Mengusung semangat “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” kampus ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, melainkan tentang merawat kehidupan secara utuh—manusia, lingkungan, dan peradaban.

Refleksi tersebut menguat dalam pandangan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Abdul Hamid. Menurutnya, pendidikan hari ini tidak cukup diukur dari capaian akademik semata, tetapi dari sejauh mana ia mampu menghadirkan ketenangan dan kebermanfaatan nyata di tengah dunia yang kian diwarnai konflik.

“Pendidikan harus melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dan berkeadaban,” tegasnya.

Momentum ini semakin bermakna dengan kunjungan lembaga internasional, Muassasah Risalatussalam, pada 27–28 April 2026. Dipimpin oleh Dr. Majdi Tontowi, rombongan menyaksikan langsung bagaimana UIN Malang membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai—sebuah pendekatan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter dan ketenangan batin.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah paradigma Ulul Albab, yang menjadi fondasi pendidikan di UIN Malang. Konsep ini mengharmonikan pikir dan zikir—rasionalitas dan spiritualitas—sebagai jalan melahirkan pribadi utuh. Di tengah dunia yang kerap terjebak pada dikotomi sains dan agama, pendekatan ini hadir sebagai jalan tengah yang menyejukkan.

Bagi para tamu, pengalaman tersebut bukan sekadar observasi, melainkan perjumpaan dengan “pendidikan yang hidup”—nilai-nilai yang tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupi dalam keseharian civitas akademika.

Kesan itu pun berlanjut pada komitmen konkret. Muassasah Risalatussalam menyatakan kesiapan menjalin kolaborasi strategis dengan UIN Malang, termasuk rencana penghibahan pusat kajian Al-Qur’an. Pusat ini diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang menghadirkan kajian inklusif dan transformatif, menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan ruh spiritualitas.

Bagi UIN Malang, kerja sama ini bukan sekadar peluang global, tetapi juga amanah besar. Amanah untuk menjaga nilai, merawat kemanusiaan, dan memastikan pendidikan tetap menjadi jalan menuju perdamaian.

Di tengah dunia yang semakin terhubung namun rentan terpecah, langkah ini menjadi penanda bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan—menghubungkan perbedaan, merawat semesta, dan menumbuhkan harapan.

Karena pada akhirnya, seperti ditegaskan Abdul Hamid, keberhasilan pendidikan bukan terletak pada seberapa tinggi capaian yang diraih, melainkan pada seberapa luas manfaat yang ditebarkan. Dari sanalah, peradaban damai perlahan tumbuh.

di dalam Artikel

Editor: Humas
Reporter: Ajeng
Fotografer: Elvina
Hardiknas 2026: UIN Malang Gaungkan Pendidikan untuk Perdamaian Semesta Lewat Kolaborasi Global
Ajeng Ayu Kemala 4 Mei 2026
Share post ini
Label
Arsip