Skip ke Konten

Menuju Kampus Kelas Dunia, Rektor UIN Malang Tekankan Kesehatan Fisik, Mental, dan Lingkungan

18 Agustus 2026 oleh
Menuju Kampus Kelas Dunia, Rektor UIN Malang Tekankan Kesehatan Fisik, Mental, dan Lingkungan
Ajeng Ayu Kemala

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY | KAMPUS I - Membangun peradaban kesehatan tidak cukup hanya dengan memastikan tubuh tetap sehat. Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kesehatan juga mencakup kondisi mental hingga lingkungan tempat sivitas akademika beraktivitas. Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan utama Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam Kick-Off Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum ke-13, Senin (17/8).

Dalam momentum peringatan 65 tahun UIN Malang, Prof. Ilfi menilai usia tersebut menunjukkan kematangan sebuah institusi. Karena itu, kematangan kampus tidak cukup diukur dari usia, tetapi harus tercermin melalui komitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas.

"Sebagai sebuah usia yang cukup matang, maka kematangan harus sudah di depan mata: unggul, bereputasi internasional, dan berkelas dunia," ujarnya.

Menurut Prof. Ilfi, cita-cita tersebut perlu dibangun melalui komitmen bersama seluruh sivitas akademika. Salah satu bentuk kontribusinya adalah menjadikan kesehatan sebagai bagian dari budaya dan kehidupan kampus.

Ia mendorong agar pembangunan kesehatan di UIN Malang tidak berhenti pada aspek fisik. Kesehatan mental dan kesehatan lingkungan juga perlu mendapat perhatian yang sama.

“Maka kita semuanya harus berkomitmen bersama membangun kesehatan fisik, mental, dan juga kesehatan lingkungan melalui green campus dan ekopesantren,” tegasnya.

Konsep tersebut menempatkan kampus bukan hanya sebagai ruang untuk menjalankan pendidikan, tetapi juga sebagai lingkungan yang mampu membentuk pola hidup sehat dan berkelanjutan. Upaya menciptakan lingkungan hijau dan ekopesantren menjadi bagian dari ikhtiar UIN Malang menerjemahkan gagasan kesehatan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut sekaligus memperluas makna tema Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum ke-13, “Dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Dunia: Peran Strategis Kampus dalam Membangun Peradaban Kesehatan.” Kesehatan ditempatkan bukan semata sebagai urusan bidang kedokteran atau ilmu kesehatan, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang dapat dibangun melalui berbagai bidang keilmuan.

Bagi UIN Malang, lingkungan kampus juga menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran tersebut. Kesehatan fisik, ketahanan mental, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Ulul Albab.

Rektor UIN Malang menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari kontribusi UIN Malang dalam mengisi kemerdekaan. Kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan gagasan dan praktik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Inilah kontribusi kita untuk negeri kita dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Dengan demikian, peringatan Dies Maulidiyah ke-65 tidak hanya menjadi penanda perjalanan panjang UIN Malang. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa semakin matang usia sebuah perguruan tinggi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menghadirkan perubahan—dimulai dari membangun ekosistem kampus yang sehat, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.

di dalam Artikel

Editor: Humas
Reporter: Ajeng Ayu Kemala
Fotografer: Khoirul M
Menuju Kampus Kelas Dunia, Rektor UIN Malang Tekankan Kesehatan Fisik, Mental, dan Lingkungan
Ajeng Ayu Kemala 18 Agustus 2026
Share post ini
Label
Arsip