Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2026 hadir sebagai ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus dalam suasana yang edukatif, humanis, aman, tertib, inklusif, dan bermartabat.
Semangat inklusivitas tersebut tampak sejak pembukaan kegiatan. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., secara simbolis menyematkan almamater kepada perwakilan mahasiswa difabel dan perwakilan mahasiswa asing. Momen ini menjadi representasi bahwa UIN Malang membuka ruang belajar dan bertumbuh bagi setiap mahasiswa, tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi.
Penyematan almamater kepada perwakilan mahasiswa tersebut juga menegaskan keberagaman sebagai kekuatan dalam kehidupan kampus. Mahasiswa datang dengan berbagai latar, pengalaman, budaya, bahkan kebutuhan yang berbeda, namun seluruhnya memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari keluarga besar UIN Malang.
Pelaksanaan PBAK tahun ini pun mengedepankan pendampingan mahasiswa baru melalui pendekatan edukatif, keteladanan, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap sesama. PBAK diarahkan sebagai proses pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan yang membangun karakter, bukan ruang untuk menghadirkan perlakuan yang merendahkan atau mencederai martabat mahasiswa.
Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara aman, tertib, humanis, inklusif, dan bermartabat. Mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal nilai-nilai kampus, membangun kedisiplinan, memperkuat rasa saling menghormati, serta mulai beradaptasi dengan lingkungan akademik secara positif.
PBAK UIN Malang 2026 juga tidak disertai pungutan pembayaran dalam bentuk apa pun. Hal ini menjadi bagian dari komitmen agar seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti proses pengenalan kehidupan kampus secara setara dan nyaman.
Komitmen tersebut sejalan dengan langkah UIN Malang dalam memperkuat budaya kampus yang ramah terhadap keberagaman dan penyandang disabilitas. Pada 2026, UIN Malang juga meraih Predikat Utama Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III, yang menegaskan komitmen kampus terhadap tata kelola pendidikan yang adil, aman, setara, dan inklusif.
Melalui PBAK 2026, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin memastikan bahwa langkah pertama mahasiswa baru memasuki dunia perguruan tinggi dimulai dari sebuah pengalaman yang mendidik dan memanusiakan. Sebab, kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk saling menghargai, menerima keberagaman, dan tumbuh bersama dalam kemuliaan martabat manusia.