KAMPUS 3 | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mematangkan rencana pembangunan rumah sakit pendidikan di kawasan Kampus 3. Rumah sakit yang dirancang dengan nama Maliki Islamic Hospital itu diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan sekaligus penguatan pendidikan kedokteran bertaraf internasional di wilayah Malang Raya. Jumat, 22 Mei 2026.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Malang, Zainal Habib, mengatakan konsep pembangunan rumah sakit telah disiapkan secara bertahap oleh pihak kampus.
Menurut dia, keberadaan rumah sakit pendidikan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menunjang kebutuhan akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran, tetapi juga memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Kota Batu dan Malang Raya.
“Kami ingin membangun rumah sakit yang memiliki standar pelayanan baik dan dapat dimanfaatkan secara luas, bukan hanya untuk kepentingan akademik,” kata Zainal.
Ia menjelaskan, rumah sakit tersebut nantinya akan mengintegrasikan fungsi pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan dalam satu sistem yang modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Saat ini, UIN Malang masih menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait tahapan pembangunan. Meski demikian, proses kajian teknis, pemetaan kebutuhan, hingga penyusunan konsep layanan terus dilakukan secara intensif.
Pihak kampus menargetkan peletakan batu pertama pembangunan Maliki Islamic Hospital dapat dimulai pada 2027. Kehadiran rumah sakit itu diharapkan menjadi salah satu penguat ekosistem pendidikan kesehatan di Jawa Timur sekaligus memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.