Skip ke Konten

Di Balik Toga, Ada Doa Orang Tua dan Perjuangan Panjang: Wisudawan UIN Malang Bagikan Kisah Inspiratif

Di Balik Toga, Ada Doa Orang Tua dan Perjuangan Panjang: Wisudawan UIN Malang Bagikan Kisah Inspiratif
22 Juni 2026 oleh
Di Balik Toga, Ada Doa Orang Tua dan Perjuangan Panjang: Wisudawan UIN Malang Bagikan Kisah Inspiratif
Amelia Dea Divanda

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Gedung Sport Center Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu 20 Juni 2026. Ratusan mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana dalam prosesi wisuda yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang di bangku perkuliahan sekaligus awal memasuki dunia kehidupan yang sesungguhnya.

Di balik toga yang dikenakan dan senyum yang terpancar, tersimpan berbagai cerita perjuangan, pengorbanan, serta doa yang mengantarkan para wisudawan hingga mencapai titik keberhasilan.

Salah satunya datang dari Aqom, lulusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Ia mengaku merasa sangat lega setelah berhasil menyelesaikan studinya. Menurutnya, proses penyusunan skripsi berjalan cukup lancar berkat dukungan dosen pembimbing yang komunikatif.

"Kalau saya sendiri, alhamdulillah prosesnya aman-aman saja. Apalagi mendapat dosen pembimbing yang enak, jadi skripsi bisa cepat selesai asal kita tidak malas," ujarnya.

Aqom juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan skripsi agar tidak menunda pekerjaan dan tetap menjaga semangat. Baginya, keberhasilan meraih gelar sarjana tidak lepas dari doa serta pengorbanan kedua orang tua.

"Ijazah ini bukan karena saya hebat, tetapi karena ada bapak dan ibu yang selalu mendukung saya dari belakang. Terima kasih atas semua doa dan dedikasinya," ungkapnya dengan penuh haru.

Cerita serupa juga disampaikan Zalva, lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT). Ia mengaku merasa bahagia karena berhasil menuntaskan pendidikan sarjana, meski menyadari bahwa tantangan setelah wisuda justru semakin besar.

"Alhamdulillah, rasanya senang sekali. Seperti separuh beban sudah hilang. Tapi jangan santai dulu, karena setelah ini kita akan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya," tuturnya.

Menurut Zalva, tantangan terbesar selama kuliah bukan hanya menyusun skripsi, melainkan melawan rasa malas. Ia menekankan pentingnya membangun motivasi diri dan tidak membandingkan proses dengan orang lain.

"Setiap orang punya prosesnya masing-masing. Tidak perlu berlomba dengan orang lain, karena semua akan sampai di garis finis pada waktunya. Yang paling penting adalah terus berproses dan jangan berhenti di tengah jalan," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya doa orang tua sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.

Selama menempuh studi di UIN Malang, Zalva mengaku memperoleh banyak ilmu, khususnya di bidang Al-Qur'an dan tafsir. Ia juga merasa nyaman tinggal di Kota Malang karena lingkungan, pertemanan, dan suasananya yang mendukung proses belajar.

Menutup wawancara, Zalva memberikan semangat kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan skripsi.

"Jangan melihat teman yang sudah lulus lebih dulu. Fokuslah pada proses kalian sendiri. Yang penting terus bergerak maju dan jangan berhenti," pesannya.

Prosesi wisuda UIN Malang tahun 2026 tidak hanya menjadi momen perayaan atas keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap gelar yang diraih lahir dari kerja keras, doa orang tua, dukungan keluarga, serta perjuangan yang tidak selalu mudah. Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama kuliah, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.


di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Amelia Dea Divanda
Fotografer: Dhafa Afriandito Pratama
Di Balik Toga, Ada Doa Orang Tua dan Perjuangan Panjang: Wisudawan UIN Malang Bagikan Kisah Inspiratif
Amelia Dea Divanda 22 Juni 2026
Share post ini
Label
Arsip