MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rangkaian seleksi Beasiswa Teladan (Telan) 2026 tidak hanya menghadirkan angka partisipasi yang tinggi, tetapi juga kisah penuh harapan dari para calon mahasiswa berprestasi. Salah satunya datang dari Niha, calon mahasiswa jalur prestasi tahfidz asal Magelang, yang mengikuti tahap wawancara pada Rabu, 9 April 2026 bertempat di rung HTQ UIN Malang.
Sebagai alumni Pondok Rahmatullah Magelang, Niha mengaku semakin termotivasi untuk melanjutkan perjuangannya dalam menjaga dan mengembangkan hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, sistem asrama yang diterapkan menjadi salah satu faktor pendukung utama.
“Cocok banget, karena bisa menjaga hafalan lewat lingkungan asrama. Dari dulu di pondok juga sudah terbiasa, jadi lebih mudah beradaptasi,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah mempersiapkan diri semenjak kelas 1 SMA dengan mempelajari berbagai materi untuk menghadapi tes CBT dan tahapan seleksi lainnya.
Dukungan penuh juga datang dari wali Jihan, yang menaruh harapan besar terhadap masa depan putrinya. Ia berharap pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman Al-Qur’an secara mendalam.
“Saya berharap anak saya bisa menjadi profesor yang benar-benar memahami Al-Qur’an, bukan hanya sekadar unggul secara akademik,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa pilihan melanjutkan pendidikan di UIN Malang sangat selaras dengan latar belakang pendidikan pesantren yang telah ditempuh sebelumnya.