MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Di balik keberhasilan tim Musabaqah Fahmil Qur’an UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih Juara 3 di STAI Al-Anwar Sarang Rembang pada 19 Mei 2026, terdapat proses panjang yang penuh perjuangan, latihan, dan pengorbanan.
Tim yang terdiri dari Mukhamad Nanda Wildan Zulfa, Cady Nisrina Sapphire, dan Cahaya Fairuza Azarine Ramadhani ini harus membagi waktu di tengah padatnya aktivitas perkuliahan untuk mempersiapkan perlombaan selama dua bulan.
Nanda mengaku awalnya tidak tertarik dengan dunia MFQ karena banyaknya materi hafalan yang harus dipelajari. Namun setelah mencoba, ia justru mulai menikmati prosesnya.
“Dulunya nggak tertarik sama MFQ sama sekali karena lihat bukunya tebal dan banyak hafalan. Tapi setelah dicoba jadi ketagihan,” ungkapnya.
Hal serupa juga dirasakan Zarine. Menurutnya, proses latihan membutuhkan usaha untuk melawan rasa malas dan distraksi, terutama ketika latihan dilakukan secara online di tengah kesibukan kuliah.

Untuk memahami materi, Zarine membuat rangkuman dan mind mapping agar lebih mudah menghafal kata kunci pada setiap soal. Ia juga menilai MFQ mengajarkan banyak hal di luar perlombaan.
“Kita jadi belajar mengisi waktu dengan hal-hal baik dan belajar menjaga hati supaya tetap rendah hati,” katanya.
Momen paling menegangkan terjadi saat semifinal ketika mereka bertemu dengan tim yang sudah dikenal kuat di dunia MFQ. Meski sempat merasa tertekan, mereka berhasil bangkit dan memastikan diri melaju ke final.
Di balik perjuangan tersebut, ada pula cerita unik yang tak terlupakan. Dalam perjalanan pulang dari lomba, mereka harus menaiki bus ekonomi dengan sopir yang mengemudi sangat cepat hingga membuat perjalanan terasa menegangkan sekaligus lucu bagi seluruh tim.