Skip ke Konten

Mahasiswa UIN Malang Ikuti YSEALI-US Mobility Mentoring Program, Dorong Pengembangan Kepemimpinan dan Pengalaman Global

3 Oktober 2026 oleh
Mahasiswa UIN Malang Ikuti YSEALI-US Mobility Mentoring Program, Dorong Pengembangan Kepemimpinan dan Pengalaman Global
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Sekitar 90 mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan perguruan tinggi lainnya mengikuti kegiatan Bridging Futures: YSEALI-US Mobility Mentoring Program – Empowering Young Leaders for Global Impact di Humaniora Hall, Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pembicara, yakni Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. sebagai pembicara pembuka, Barry A, YSEALI Alumni Fellow dari University of Nebraska yang tergabung dalam United in Diversity Civic Engagement, serta Kauna Bismie Abargiel, YSEALI Alumni Fellow dari Northern Arizona University sekaligus alumni UIN Malang.

Dalam sambutannya, Prof. Triyo menekankan pentingnya mahasiswa membangun jejaring dan mengasah jiwa kepemimpinan. Mahasiswa juga didorong untuk memperluas wawasan dengan melihat pengalaman dan lingkungan di luar kehidupan kampus. Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri menjadi agent of change yang mampu membawa dampak di masyarakat.

Materi pertama disampaikan Kauna Bismie Abargiel yang membagikan pengalamannya mengikuti program YSEALI. Ia menjelaskan berbagai kegiatan dalam program, proses pendaftaran, hingga fasilitas yang diperoleh peserta. Kauna juga menceritakan pengalamannya ketika mengikuti program tersebut yang diikuti sekitar 200 peserta dari 11 negara.

Sementara itu, Barry A membahas pentingnya kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu bekal untuk mengikuti program internasional. Ia memberikan tips menjawab esai pendaftaran secara tepat serta mengajak mahasiswa untuk berani mendaftarkan diri dalam berbagai program pengembangan kapasitas.

Barry juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang mendukung pengembangan diri. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki target untuk lolos suatu program perlu bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki semangat untuk berkembang dan mengikuti berbagai kesempatan.

Selain membahas persiapan mengikuti program, Barry mengajak mahasiswa untuk mengumpulkan pengalaman sejak masih kuliah sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja. Ia juga membahas langkah yang dapat dilakukan mahasiswa setelah lulus serta memberikan ulasan terhadap CV sejumlah peserta.

Dalam sesi tersebut, Barry turut menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari bagaimana ia mencapai kesuksesan, tetapi juga dari bagaimana seseorang mampu bangkit setelah mengalami kegagalan.

"Orang hebat itu bukan dilihat dari bagaimana cara dia sukses, tetapi bagaimana dia bangkit ketika mengalami kegagalan,” ujar Barry.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai kesempatan program internasional sekaligus mendapatkan wawasan mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, penyusunan CV, dan persiapan mengikuti program mobilitas internasional.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Mahasiswa UIN Malang Ikuti YSEALI-US Mobility Mentoring Program, Dorong Pengembangan Kepemimpinan dan Pengalaman Global
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah 3 Oktober 2026
Share post ini
Label
Arsip