Skip ke Konten

Menag Gaungkan “Teladan Pelayan Umat”, UIN Malang Siap Perkuat Pengabdian Berbasis Nilai

9 April 2026 oleh
Menag Gaungkan “Teladan Pelayan Umat”, UIN Malang Siap Perkuat Pengabdian Berbasis Nilai
Ajay
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Semangat baru pelayanan publik digaungkan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melalui peluncuran buku Teladan Sang Menteri yang berlangsung di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Senin, 6 April 2026. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal seruan Gerakan Nasional “Teladan Pelayan Umat” yang diarahkan untuk membentuk wajah baru birokrasi Kementerian Agama.
Buku yang ditulis oleh akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini diluncurkan secara simbolis melalui penandatanganan mockup sampul dan penyerahan buku oleh Menag. Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar berbagi perjalanan intelektual dan spiritualnya, mulai dari kebiasaan membaca, menulis, hingga refleksi mendalam yang menjadi fondasi kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa Gerakan “Teladan Pelayan Umat” bukan sekadar jargon. Ia ingin nilai-nilai pelayanan yang tulus dan berintegritas benar-benar hidup dalam setiap lini birokrasi, dari pusat hingga daerah. Baginya, pelayanan publik harus berangkat dari nilai, bukan sekadar prosedur.
Respon positif datang dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana. Ia menilai peluncuran buku ini sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai keteladanan di tengah derasnya arus globalisasi.
Menurutnya, gerakan ini menjadi semacam “alarm” yang mengingatkan kembali esensi tugas insan Kementerian Agama. Bukan hanya bekerja, tetapi melayani dengan hati. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi gerakan tersebut di lingkungan kampus.
Dalam konteks perguruan tinggi, nilai pelayanan tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari Tridharma, terutama dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. UIN Malang, misalnya, secara konsisten menjalankan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai bentuk nyata kehadiran kampus di tengah masyarakat.
Tidak berhenti di situ, kampus ini juga mengusung konsep pendampingan berbasis pemberdayaan melalui program *qoryah thayyibah*. Program ini menitikberatkan pada pembinaan masyarakat agar tumbuh menjadi komunitas yang mandiri, religius, dan berdaya.
Kalau birokrasi biasanya identik dengan meja dan berkas, gerakan ini mencoba menggesernya sedikit: lebih dekat ke masyarakat, lebih terasa manfaatnya. Tantangannya jelas tidak ringan. Namun jika dijalankan konsisten, bukan tidak mungkin pelayanan publik ke depan terasa lebih “manusiawi” dan berdampak.
Gerakan sudah dicanangkan. Sekarang tinggal satu hal penting: siapa yang benar-benar siap menjadi teladan, bukan sekadar penonton.


di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Ajaydesigner
Menag Gaungkan “Teladan Pelayan Umat”, UIN Malang Siap Perkuat Pengabdian Berbasis Nilai
Ajay 9 April 2026
Share post ini
Label
Arsip