Skip ke Konten

Musyrif/ah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang Ikuti Pelatihan Tartil Berirama

13 Oktober 2026 oleh
Musyrif/ah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang Ikuti Pelatihan Tartil Berirama
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Seluruh musyrif/ah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan pembinaan Tartil berirama yang disampaikan oleh Ustaz Thusan Hamidi, M.Pd., pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid At-Tarbiyah UIN Malang mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Ustaz Thusan menjelaskan bahwa haqqu tilawatihi merupakan tingkatan membaca Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada kelancaran dan ketepatan bacaan, tetapi juga mencakup pemahaman makna serta pengamalan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengutip penjelasan sahabat Ibnu Abbas r.a. bahwa membaca Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya meliputi memahami maknanya, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, tidak mengubah ketentuan bacaannya, serta membacanya sebagaimana diturunkan. Dengan demikian, interaksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada lisan, tetapi juga melibatkan hati dan perilaku.

Membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan lisan, tetapi juga harus menghadirkan hati untuk memahami dan menghayati maknanya. Haqqu tilawatihi mengajarkan kita agar tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan kandungannya,” jelas Ustaz Thusan Hamidi.

Ustaz Thusan juga menekankan pentingnya menghadirkan penghayatan ketika membaca maupun mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Menurutnya, salah satu ciri orang beriman adalah hati yang bergetar ketika nama Allah dan ayat-ayat-Nya dibacakan. Penghayatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Selain aspek penghayatan, pembinaan ini membahas teknik membaca Al-Qur’an, meliputi makhraj dan sifat huruf, hukum bacaan, kefasihan pelafalan, serta keindahan irama. Ketepatan makhraj dan sifat huruf menjadi bagian penting untuk menjaga pelafalan agar sesuai dengan kaidah bacaan Al-Qur’an.

Materi juga mencakup teknik pernapasan untuk menunjang kestabilan suara saat membaca Al-Qur’an. Pernapasan diafragma diperkenalkan sebagai salah satu teknik yang dapat dilatih untuk membantu mengatur keluarnya udara, menjaga kestabilan suara, dan meningkatkan ketahanan napas ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Dalam hal irama, peserta diajak mengenali karakteristik suara masing-masing, baik rendah, sedang, maupun tinggi. Pemilihan nada perlu disesuaikan dengan kemampuan suara agar bacaan tetap nyaman, stabil, dan tidak dipaksakan hanya untuk meniru karakter suara qari lain.

Melalui kegiatan ini, para musyrif/ah diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan sekaligus memperdalam penghayatan terhadap Al-Qur’an. Pembinaan haqqu tilawatihi menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dengan Al-Qur’an, sehingga nilai-nilainya tidak hanya dibaca dan dipahami, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi praktik membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ma’un menggunakan irama Nahawand. Sesi ini menjadi kesempatan bagi musyrif/ah untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan, khususnya terkait ketepatan bacaan, pengaturan napas, dan penerapan irama dalam membaca Al-Qur’an.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Musyrif/ah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang Ikuti Pelatihan Tartil Berirama
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah 13 Oktober 2026
Share post ini
Label
Arsip