Skip ke Konten

PPIAUD Indonesia Gelar RAT VI Terpadat Sepanjang Sejarah, Satukan 89 Kampus Bahas Masa Depan PAUD Islam

PPIAUD Indonesia Gelar RAT VI Terpadat Sepanjang Sejarah, Satukan 89 Kampus Bahas Masa Depan PAUD Islam
18 Mei 2026 oleh
PPIAUD Indonesia Gelar RAT VI Terpadat Sepanjang Sejarah, Satukan 89 Kampus Bahas Masa Depan PAUD Islam
Amelia Dea Divanda

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PPIAUD) Indonesia sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) VI dengan rangkaian agenda super padat yang menjadi ajang konsolidasi nasional terbesar pendidikan anak usia dini Islam di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 29 April hingga 1 Mei 2026 di Kota Batu ini diikuti sekitar 140 peserta dari 89 perguruan tinggi, mulai dari Aceh hingga Gorontalo.

Mengusung tema “Keberlanjutan Riset PIAUD Indonesia: Integrasi Ekoteologi, STEAM, Gender, dan Perlindungan Anak Indonesia”, forum nasional tersebut tidak hanya membahas organisasi, tetapi juga memperkuat arah pengembangan akademik, riset, kolaborasi internasional, hingga transformasi digital pendidikan anak usia dini Islam.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi tiga kampus di Malang Raya, yakni Program Studi PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, PIAUD Universitas Islam Malang (Unisma), dan PIAUD Institut Agama Islam Al-Qolam Malang. Akhmad Mukhlis dari UIN Malang dipercaya sebagai Ketua Panitia pelaksana kegiatan.

Ketua Panitia, Akhmad Mukhlis, menyampaikan bahwa RAT VI menjadi salah satu forum paling lengkap dalam sejarah PPIAUD Indonesia karena memadukan agenda akademik, organisasi, pengabdian masyarakat, hingga penguatan jejaring nasional.

“RAT tahun ini bukan sekadar sidang organisasi, tetapi menjadi ruang besar konsolidasi nasional PIAUD. Hampir seluruh agenda dirancang untuk memperkuat akademik, jejaring, kolaborasi, dan pengembangan kelembagaan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda Visiting Lecturer, Stadium General, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di tiga kampus tuan rumah. Dalam agenda tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi terkait sekolah alam, media pembelajaran PAUD, pengelolaan lembaga pendidikan, pembelajaran berbasis IT, hingga perkembangan anak usia dini.

Selain itu, peserta juga terlibat langsung dalam kegiatan PKM di sejumlah TK mitra di Malang Raya melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan pembelajaran bagi anak usia dini.

Tidak hanya berhenti pada kegiatan nasional, PPIAUD Indonesia juga menggelar "International Conference on Islamic Early Childhood Education (ICON-IECE 2026)" yang menghadirkan narasumber nasional dan internasional secara daring maupun luring.

Narasumber internasional di antaranya berasal dari Southern Cross University Australia, Dr. Fazlin Mohd Nazir, serta Ruswandy Y Karslen dari Norwegian Early Childhood Education Practitioners. Sementara pembicara nasional menghadirkan akademisi ternama seperti Ninik Setyowati, M.Psi., Ph.D dari Universitas Negeri Malang, Prof. Muhammad Walid dari UIN Malang, dan Prof. Muhammad Samsul Ulum selaku Dewan Pengawas PPIAUD Indonesia.

Agenda organisasi juga menjadi perhatian utama dalam RAT VI ini. Forum membahas laporan pertanggungjawaban pengurus tahun 2025, rapat kerja nasional, hingga penyusunan arah kebijakan organisasi ke depan guna memperkuat eksistensi PPIAUD Indonesia sebagai jejaring akademik nasional.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta ialah Workshop Digitalisasi Kurikulum PIAUD melalui sistem EMPATIK milik PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sistem tersebut diperkenalkan sebagai inovasi digital untuk pengelolaan kurikulum, monitoring akademik, hingga bimbingan skripsi mahasiswa.

Selain itu, kegiatan juga diwarnai dengan launching RPS Mata Kuliah PIAUD berbasis Outcome Based Education (OBE), penandatanganan kerja sama antarperguruan tinggi, serta pemberian penghargaan melalui PPIAUD Award 2026 kepada program studi dan dosen berprestasi dalam bidang publikasi, inovasi kurikulum, media digital, dan pengembangan riset.

Suasana kebersamaan peserta semakin terasa melalui agenda "Explore Santerra De Laponte" yang menjadi penutup kegiatan sekaligus sarana mempererat hubungan antaranggota asosiasi dari seluruh Indonesia.

Melalui RAT VI ini, PPIAUD Indonesia menunjukkan transformasi besar sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada tata kelola kelembagaan, tetapi juga aktif membangun ekosistem akademik pendidikan anak usia dini Islam yang progresif, kolaboratif, dan adaptif menghadapi tantangan global.


di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Amelia Dea Divanda
Fotografer: Dea
PPIAUD Indonesia Gelar RAT VI Terpadat Sepanjang Sejarah, Satukan 89 Kampus Bahas Masa Depan PAUD Islam
Amelia Dea Divanda 18 Mei 2026
Share post ini
Label
Arsip