MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Rasa tidak percaya masih dirasakan Haifa Lutfah saat namanya diumumkan sebagai Runner Up I Duta Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini. Mahasiswa Program Studi Psikologi semester 4 tersebut mengaku bahwa berhasil masuk tiga besar saja sudah menjadi sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Ajang Grand Final Pemilihan Duta Kampus sendiri berlangsung pada 26 Mei 2026 di Gedung Rektorat lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
“Masuk top 3 aja kayak nggak nyangka,” ungkapnya sambil mengenang malam penobatan.
Keputusan mengikuti ajang duta kampus bermula dari rasa penasaran dan dorongan dari teman-teman duta fakultas. Haifa merasa tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk mencoba, sebelum kesibukan akademik di semester berikutnya semakin padat.
Perjalanan menuju kemenangan tidak dilalui dengan mudah. Seleksi dimulai dari tahap administrasi dan portofolio, kemudian berlanjut pada berbagai tahapan penilaian lainnya. Untuk mempersiapkan diri, ia berlatih public speaking secara mandiri di rumah meski tidak bisa dilakukan secara intens karena keterbatasan waktu.
Selama proses berlangsung, Haifa memegang satu prinsip sederhana, tetap menjadi diri sendiri dan menjalani semuanya dengan tulus serta maksimal. Prinsip itu yang membuatnya mampu bertahan di tengah tekanan dan persaingan yang cukup ketat.
Menurutnya, menjadi duta kampus bukan sekadar tentang gelar atau pencapaian pribadi. Lebih dari itu, seorang duta kampus harus mampu menjadi role model dan terus memperbaiki diri dari hari ke hari.
Setelah berhasil meraih posisi Runner Up I, Haifa ingin membawa kontribusi nyata bagi lingkungan kampus. Salah satu gagasan yang ingin ia kembangkan adalah student empowerment melalui kolaborasi organisasi mahasiswa dan komunitas agar mahasiswa bisa mengenal lebih banyak peluang untuk berkembang.
Di akhir wawancara, ia juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa lain yang masih takut mencoba hal baru.
“Jangan pernah merasa takut mencoba hal baru hanya karena merasa belum cukup. Kadang satu langkah kecil yang kita lakukan sekarang mampu membawa kita ke tempat yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Karena penyesalan terbesar bukan karena gagal, tapi karena tidak mencoba,” pesannya.
Keberhasilannya menjadi Runner Up I membuktikan bahwa keberanian untuk melangkah sering kali menjadi awal dari perjalanan besar yang tidak pernah disangka sebelumnya.