MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY | KAMPUS I - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan kampus I, Senin (17/8). Upacara diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa, khususnya mahasiswa baru.
Upacara berlangsung dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih oleh tim Pasfile/Paskibra yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta doa bersama.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, ia menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar momentum untuk dirayakan, melainkan amanah yang harus diisi melalui ilmu, kerja keras, integritas, dan inovasi.
“Kemerdekaan ini bukanlah sebuah hadiah, ia lahir dari sebuah perjuangan, pengorbanan darah, air mata, dan doa dari para pendahulu kita. Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tapi amanah untuk disyukuri dan diisi dengan perjuangan-perjuangan berikutnya,” ujarnya.
Ia mengajak civitas akademika meneruskan perjuangan para pendahulu melalui bidang masing-masing. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, menurutnya, generasi saat ini dapat berkontribusi dengan mengembangkan ilmu dan keterampilan serta mempertahankan integritas.
Selain itu, amanat turut menyoroti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Kemajuan teknologi dinilai perlu diimbangi dengan kebijaksanaan, etika, dan kepedulian terhadap kemanusiaan.
“AI boleh semakin cerdas dan luar biasa, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan pesan kepada dosen dan tenaga kependidikan agar pekerjaan yang dilakukan tidak berhenti pada penyelesaian program, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kebijakan dan penggunaan anggaran yang dapat dirasakan manfaatnya oleh umat.
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian dan persatuan bangsa, kelancaran proses pendidikan, serta masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.