KAMPUS I | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan proses validasi mahasiswa baru di Gedung Perkuliahan A dan B. Validasi ini dijadwalkan akan berlangsung Senin sampai dengan Jumat 10-14 Agustus 2026 . Proses validasi menjadi bagian dari tahapan penerimaan mahasiswa baru sekaligus momentum untuk memastikan akurasi data mahasiswa sebelum memasuki kegiatan akademik dan kehidupan Ma’had.

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, MA, Ph.D., menyampaikan bahwa tingginya jumlah kendaraan dan keluarga yang hadir mengantar mahasiswa menjadi salah satu indikator besarnya antusiasme masyarakat terhadap UIN Malang. Menurut Basri, secara kuantitatif jumlah mahasiswa yang melakukan registrasi ulang terbilang sangat besar.
Basri memperkirakan lebih dari 90 persen mahasiswa baru yang diterima melakukan registrasi ulang. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap UIN Malang tetap tinggi di tengah fenomena yang menyebutkan adanya kecenderungan mahasiswa tidak melanjutkan proses daftar ulang setelah dinyatakan diterima. "Alhamdulillah UIN Malang tetap memiliki daya tarik tersendiri," ujarnya saat diwawancarai di lapangan.
Tidak hanya mahasiswa, antusiasme juga terlihat dari keluarga yang turut hadir. Dalam satu kesempatan, seorang mahasiswa bahkan dapat diantar oleh beberapa anggota keluarga. Menurut Basri, kondisi tersebut menunjukkan kebanggaan orang tua sekaligus rasa ingin tahu keluarga untuk melihat secara langsung lingkungan kampus, fasilitas, serta pelayanan yang diberikan UIN Malang.

Ia menambahkan, universitas secara bertahap terus melakukan pembenahan fasilitas dan pelayanan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa dan keluarga. Persiapan tersebut juga mencakup fasilitas Ma’had, termasuk kebutuhan tempat tinggal dan sarana pendukung seperti kamar serta toilet.
"Selain fasilitas, UIN Malang juga melakukan penyesuaian dalam pola kegiatan akademik mahasiswa. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah pengaturan waktu BKPBA yang sebelumnya berlangsung pada siang hingga sore hari menjadi pagi hari, sekitar pukul 06.30 hingga 09.00 atau 09.30," tegasnya.
Menurut Basri, perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kenyamanan mahasiswa. Dengan kegiatan BKPBA pada pagi hari, mahasiswa memiliki waktu yang lebih luas pada sore hingga malam untuk beristirahat, menjalankan ibadah, maupun menyelesaikan tugas perkuliahan. "Semoga perubahan ini bisa memberikan dampak positif," harapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menjelaskan bahwa proses validasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian dan akurasi data mahasiswa. Menurut Triyo, pengecekan ulang menjadi kegiatan penting agar data yang tercatat di universitas sesuai dengan data yang digunakan dalam proses administrasi dan pembayaran.
Triyo juga menekankan bahwa kehidupan mahasiswa di Ma’had tidak hanya berkaitan dengan kehidupan bersama, tetapi juga mendukung kegiatan akademik dan penguatan spiritual. Mahasiswa diarahkan untuk menjalankan ibadah secara tepat waktu serta mengikuti berbagai aktivitas pembinaan selama menjalani kehidupan di Ma’had. "Ini sudah menjadi ikhtiar kita bersama," tegasnya.
Menurutnya, pembinaan selama satu tahun tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus kemampuan untuk berkontribusi sebagai musyrif dan musyrifah. Mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan juga berkesempatan melanjutkan peran tersebut untuk mendampingi serta menjadi teman sejawat bagi mahasiswa lainnya. "Selama satu tahun penuh para mahasiswa akan didampingi oleh para musrif," terangnya.
Dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa baru, UIN Malang juga menyiapkan fasilitas shuttle bagi mahasiswa yang akan menuju Kampus II dan Ma’had. Sementara itu, keluarga mahasiswa dapat menuju lokasi Ma’had secara mandiri. Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya universitas memberikan kemudahan selama proses awal mahasiswa memasuki lingkungan kampus.
Selain validasi administrasi, perhatian terhadap kondisi psikologis mahasiswa juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Triyo menyampaikan bahwa sejumlah fakultas, termasuk Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran, telah melakukan tes psikologi untuk mengetahui kondisi dan perkembangan psikologis mahasiswa. Sementara itu, fakultas lainnya dapat menyesuaikan pemantauan berdasarkan kebutuhan mahasiswa masing-masing.
Melalui proses validasi mahasiswa baru ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kesiapan akademik, fasilitas, pelayanan, serta pembinaan mahasiswa sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan mahasiswa secara akademik, spiritual, dan personal.