Skip ke Konten

Sarapan Pagi: Kebiasaan Sederhana yang Menentukan Fokus dan Kreativitas Mahasiswa

Sarapan Pagi: Kebiasaan Sederhana yang Menentukan Fokus dan Kreativitas Mahasiswa
18 Mei 2026 oleh
Sarapan Pagi: Kebiasaan Sederhana yang Menentukan Fokus dan Kreativitas Mahasiswa
Faiqotul himmah

Oleh: Prof. Dr. H. Salim Al Idrus, M.M., M.Ag.

(Guru Besar Bidang Ilmu Bisnis-Kewirausahaan Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, mahasiswa sering kali melupakan satu hal sederhana namun sangat penting, yakni sarapan pagi. Banyak mahasiswa beranggapan bahwa melewatkan sarapan adalah hal biasa demi mengejar waktu kuliah, mengerjakan tugas, ataupun sekadar karena belum terbiasa makan di pagi hari. Padahal, kebiasaan ini perlahan dapat berdampak pada kesehatan maupun kualitas belajar mereka.

Secara ilmiah, otak membutuhkan asupan glukosa sebagai sumber energi utama untuk bekerja secara optimal. Setelah tubuh beristirahat selama tidur malam, kadar gula dalam tubuh menurun sehingga sarapan menjadi “bahan bakar pertama” yang dibutuhkan tubuh dan otak untuk memulai aktivitas. Tanpa sarapan, konsentrasi mahasiswa cenderung menurun, tubuh mudah lemas, sulit fokus, bahkan kreativitas dalam berpikir juga ikut terhambat.

Belajar bukan hanya aktivitas duduk dan mendengarkan dosen di kelas. Proses belajar membutuhkan energi, aliran darah yang baik, serta nutrisi dari sari pati makanan yang nantinya akan disalurkan ke otak untuk membantu menciptakan fokus, daya pikir kritis, dan kreativitas mahasiswa. Karena itu, sarapan sebenarnya bukan sekadar rutinitas makan pagi, melainkan bagian penting dari investasi kesehatan dan kualitas akademik.

Saya pernah melakukan pengamatan terhadap masyarakat di Inggris, dan masyarakat di sana sangat mementingkan sarapan pagi sebagai bagian dari budaya hidup sehat. Mereka percaya bahwa aktivitas yang produktif harus dimulai dengan tubuh yang siap dan energi yang cukup. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa negara dengan tingkat produktivitas tinggi pun menempatkan sarapan sebagai kebutuhan utama sebelum memulai aktivitas belajar maupun bekerja. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa pola hidup sehat sebenarnya dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara disiplin setiap hari.

Sayangnya, saat ini masih banyak mahasiswa yang mengabaikan kebutuhan tubuhnya sendiri. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya mengalami gangguan lambung akibat pola makan yang tidak teratur. Kebiasaan menunda makan, mengonsumsi kopi tanpa sarapan, hingga terlalu sibuk dengan aktivitas akademik menjadi pemicu meningkatnya masalah kesehatan di kalangan mahasiswa. Padahal dunia kesehatan sudah berkali-kali menjelaskan pentingnya menjaga pola makan sejak usia muda.

Sebagai dosen, saya sering kali menanyakan kepada mahasiswa apakah mereka sudah sarapan sebelum mengikuti perkuliahan. Bahkan saya juga mendorong mereka untuk membiasakan sarapan terlebih dahulu agar lebih siap menerima materi di kelas. Sebab mahasiswa yang sehat akan lebih mudah berpikir jernih, aktif berdiskusi, serta mampu mengikuti pembelajaran dengan optimal.

Membangun kebiasaan sarapan memang tidak bisa dilakukan secara instan. Namun perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Mahasiswa perlu menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang mempersiapkan kualitas diri untuk masa depan.

Generasi muda yang cerdas bukan hanya mereka yang memiliki nilai akademik tinggi, tetapi juga mereka yang mampu menjaga tubuh dan pikirannya dengan baik. Karena dari tubuh yang sehat, akan lahir semangat belajar, kreativitas, dan produktivitas yang lebih besar.

di dalam Opini

Editor: Humas
Reporter: Faiq
Fotografer: Faiq
Sarapan Pagi: Kebiasaan Sederhana yang Menentukan Fokus dan Kreativitas Mahasiswa
Faiqotul himmah 18 Mei 2026
Share post ini
Label
Arsip