KAMPUS II BATU | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Memasuki hari ketiga Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, para peserta mendapatkan bekal berharga terkait strategi penulisan artikel ilmiah yang berpeluang menembus jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus.

Materi tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. H. Achmad Khudori Soleh, M.Ag. Beliau merupakan Guru Besar bidang Filsafat Islam di Fakultas Psikologi dan juga dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam kegiatan yang berlangsung secara blended learning di Rumah Singgah Kampus II Pascasarjana UIN Malang, Rabu 10 Juni 2026. Di hadapan ratusan dosen pemula, Prof. Khudori mengupas berbagai teknik dan pengalaman praktis dalam menulis artikel ilmiah yang berkualitas dan layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Menurutnya, budaya menulis harus mulai dibangun sejak awal karier dosen. Publikasi ilmiah tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan akademik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi.
“Mulailah aktif menulis dan mengirim artikel ke jurnal-jurnal terakreditasi, mulai dari Sinta 4, Sinta 3, Sinta 2, hingga Sinta 1. Jika sudah terbiasa, dosen harus berani menargetkan jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus,” ujarnya.
Dalam paparannya, Prof. Khudori menegaskan bahwa salah satu faktor utama yang menentukan diterima atau ditolaknya sebuah artikel adalah kesesuaian antara tema penelitian dengan fokus dan cakupan (focus and scope) jurnal yang dituju. Banyak artikel berkualitas yang akhirnya ditolak karena tidak sesuai dengan bidang kajian jurnal.
“Setiap jurnal memiliki karakteristik dan fokus yang berbeda. Sebelum mengirim artikel, pelajari terlebih dahulu focus and scope jurnal tersebut agar hasil penelitian yang kita kirim sesuai dengan kebutuhan editor dan reviewer,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para peserta untuk cermat dalam memilih jurnal tujuan. Beberapa jurnal menerapkan biaya publikasi yang cukup tinggi, sehingga dosen perlu melakukan seleksi secara bijak.
“Kalau bisa carilah jurnal yang tidak memungut biaya publikasi. Banyak jurnal berkualitas yang masih gratis. Jangan terpaku pada jurnal yang mahal,” tambahnya.
Prof. Hudori juga membagikan strategi praktis bagi dosen pemula yang ingin mulai membangun rekam jejak publikasi ilmiah. Salah satunya dengan menyasar jurnal-jurnal terakreditasi yang tingkat persaingannya masih relatif rendah namun telah terindeks Sinta.
Ia menyarankan agar dosen tidak hanya berfokus pada jurnal yang diterbitkan institusinya sendiri, melainkan mulai memperluas jejaring akademik dengan mengirimkan artikel ke jurnal yang dikelola perguruan tinggi lain.
“Cari jurnal yang impact-nya masih rendah tetapi sudah terakreditasi minimal Sinta 4. Itu bisa menjadi langkah awal yang baik untuk membangun portofolio publikasi,” ungkapnya.
Sesi yang berlangsung interaktif tersebut mendapat respons positif dari peserta. Berbagai pertanyaan mengenai strategi memilih jurnal, teknik menghindari penolakan artikel, hingga langkah-langkah menuju publikasi Scopus mewarnai diskusi sepanjang kegiatan.
Melalui materi ini, PKDP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya membekali dosen pemula dengan keterampilan pedagogik, tetapi juga memperkuat kapasitas akademik mereka dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Harapannya, semakin banyak dosen muda yang mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berkontribusi pada peningkatan reputasi akademik perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.