KAMPUS I | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Hai’at Tahfidz Al-Qur’an (HTQ) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Al-Qur’an Study Club (ASC) Universitas Negeri Malang, bertemu dalam kegiatan SILUK (Silaturahmi UKM) pada Sabtu, 11 April 2026 di Aula HTQ Kampus 1.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan konsep semi studi banding yang memungkinkan kedua UKM saling mengkaji sistem organisasi, program kerja, hingga tantangan dalam pengembangan dakwah Al-Qur’an di lingkungan kampus. Suasana diskusi berlangsung aktif dan terbuka. Masing-masing organisasi tidak hanya memaparkan keunggulan, tetapi juga berbagi pengalaman nyata dalam mengelola anggota, menjaga konsistensi pembinaan, serta beradaptasi dengan perkembangan media dakwah digital.
ASC UM memperkenalkan sistem pembinaan yang terstruktur mulai dari tahsin, tahfidz, hingga tilawah, serta inovasi dakwah berbasis media digital. Sementara itu, HTQ UIN Malang menampilkan kekuatan pada pembagian peran organisasi melalui lima divisi, yaitu Humas dan Dakwah, Funun Islamiyyah, Munaqosyah, Mudarosah, serta Badan Pengurus Harian (BPH). Divisi Humas dan Dakwah turut menaungi publikasi dan pengembangan media sebagai bagian dari strategi dakwah. Selain itu, HTQ juga memiliki satu Lembaga Semi Otonom (LSO) An Naba’.
Keunikan dari pertemuan ini terletak pada adanya ruang dialog dua arah, di mana peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga saling bertukar pandangan, memberikan masukan, hingga mendiskusikan solusi atas tantangan yang dihadapi UKM ke-Al-Qur’anan. Ketua Musa’id HTQ, Alvian Sufiandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk saling belajar dan sekaligus silaturahmi.
“Dari sekian banyak UKM ke-Al-Qur’anan di Malang, kami bersyukur HTQ diberi kepercayaan menjadi tuan rumah. Harapannya, melalui SILUK ini kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga saling bertukar pikiran, wawasan, dan pengalaman dalam berorganisasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin ukhuwah yang lebih erat serta terbuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan antar kedua UKM. SILUK juga menjadi langkah awal dalam membangun gerakan dakwah kampus yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berdampak luas.