Skip to Content

Dorong Transformasi Layanan Haji yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan

Dorong Transformasi Layanan Haji yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan
June 10, 2026 by
Dorong Transformasi Layanan Haji yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan
Faiqotul himmah
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Penyelenggaraan ibadah haji Indonesia ke depan diarahkan untuk semakin memperhatikan kebutuhan jemaah lanjut usia, kelompok rentan, serta aspek keberlanjutan lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam evaluasi yang disampaikan Amirul Hajj 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Ketua Amirul Hajj 2026, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.,   menegaskan bahwa pelayanan terhadap jemaah lansia harus terus diperkuat. Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung seperti penyediaan kursi roda saat pelaksanaan umrah wajib maupun setelah fase Armuzna perlu ditingkatkan agar jemaah lanjut usia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Ia menekankan bahwa perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan lansia merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan haji yang berorientasi pada pelayanan kemanusiaan.
Selain perhatian terhadap lansia, aspek ramah lingkungan juga menjadi salah satu rekomendasi yang disoroti dalam evaluasi tahun ini. Sebagai langkah awal, Pemerintah Indonesia telah membagikan tumbler kepada seluruh jemaah haji guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama berada di Arab Saudi.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah berencana memperkuat koordinasi dan negosiasi dengan syarikah serta Pemerintah Arab Saudi agar tersedia dispenser air minum di berbagai titik layanan jemaah. Dengan demikian, penggunaan tumbler dapat dimanfaatkan secara maksimal sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah plastik.
Dalam evaluasi tersebut, kebutuhan fasilitas bagi jemaah perempuan juga menjadi perhatian khusus. Mengingat jumlah jemaah perempuan Indonesia lebih banyak dibandingkan laki-laki, penyediaan sarana pendukung, termasuk fasilitas toilet, dinilai perlu ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
 Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menjelaskan bahwa arah transformasi penyelenggaraan haji ke depan adalah mewujudkan layanan yang ramah lansia, ramah lingkungan, dan ramah perempuan. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan jemaah perempuan bukan berarti mengabaikan jemaah laki-laki, melainkan sebagai bentuk penyesuaian terhadap komposisi jemaah yang ada.
Di balik berbagai catatan evaluasi tersebut, Amirul Hajj 2026 juga mencatat sejumlah capaian positif dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Tingkat penyerapan kuota jemaah semakin optimal, jumlah keluhan mengalami penurunan, tata kelola penyelenggaraan haji semakin akuntabel, serta angka kematian jemaah menunjukkan tren yang lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Rektor wanita itu berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan serta upaya mitigasi risiko agar penyelenggaraan haji di masa mendatang semakin baik.

Hasil evaluasi Amirul Hajj 2026 diharapkan menjadi pijakan penting dalam membangun sistem layanan haji Indonesia yang lebih profesional, inklusif, dan berkelanjutan. Sebab, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kelancaran operasional semata, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan pelayanan yang humanis dan memberikan kenyamanan bagi seluruh tamu Allah.


Editor:
Reporter:
Fotografer:
Dorong Transformasi Layanan Haji yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan
Faiqotul himmah June 10, 2026
Share this post
Tags
Archive