MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY | KAMPUS I - Bursa Efek Indonesia melalui Hesty Tri Budiharti, S.E., M.M., CFP., memberikan edukasi mengenai pasar modal dan investasi kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ekonomi yang diikuti mahasiswa Program Studi Akuntansi, Perbankan Syariah, dan Manajemen di Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Hesty menjelaskan bahwa pasar modal menyediakan berbagai pilihan instrumen investasi yang dapat dipelajari mahasiswa sejak dini. Produk pasar modal yang diperkenalkan meliputi saham, reksa dana, obligasi, dan Exchange Traded Fund (ETF). Mahasiswa juga diperkenalkan pada pilihan investasi lain seperti emas, tanah, sukuk, deposito, properti, hingga usaha sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Menurut Hesty, perencanaan keuangan perlu dimulai sejak usia muda. Besarnya pemasukan tidak menjamin kondisi keuangan tetap baik apabila seseorang tidak mampu mengaturnya. Hesty memberikan contoh pembagian pemasukan dengan alokasi 50 persen untuk kebutuhan, 20 persen untuk keinginan, 10 persen untuk kegiatan sosial, serta 20 persen untuk tabungan atau investasi.
Hesty turut mengingatkan mahasiswa agar tidak mengambil keputusan investasi karena terburu-buru mengikuti tren atau Fear of Missing Out (FOMO). Gaya hidup dan keinginan untuk mengikuti lingkungan sosial perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial. Mahasiswa juga perlu memahami risiko sebelum menempatkan dana pada instrumen investasi tertentu.
Dalam pemaparannya, Hesty memperkenalkan prinsip 3P bagi investor muda, yaitu paham, punya, dan pantau. Prinsip tersebut mendorong calon investor untuk memahami instrumen yang dipilih, memiliki tujuan investasi yang jelas, serta memantau perkembangan investasinya. Hesty juga mengingatkan mahasiswa terhadap risiko investasi ilegal. Jawa Timur disebut memiliki persentase investasi ilegal sebesar 13 persen, berada di bawah Jawa Barat sebesar 21 persen. Masyarakat yang menemukan dugaan investasi ilegal dapat melaporkannya melalui email waspadainvestasi@ojk.go.id.
Hesty juga menyinggung peran Galeri Investasi UIN Malang sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mempelajari pasar modal. Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mulai memahami pengelolaan keuangan, mengenali berbagai instrumen investasi, serta mengambil keputusan finansial secara terencana.