MALIKI ISLAMIC
UNIVERSITY-Seperti tema
utama workshop, “Road to Scopus: Penguatan Jurnal Menuju Reputasi Internasional,”
Pusat Publikasi Ilmiah-LP2M juga mengundang Dr. Ari Kartiko, ST., MM.,
narasumber yang berpengalaman mengurus tiga jurnal yang sudah terindeks Scopus
dari Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto, Rabu, 15 Juli 2026. Ia mengawali
materinya dengan menceritakan pengalaman mengelola Jurnal Nazhruna, Jurnal
Munaddhomah, dan Jurnal Kharisma. Di antara enam syarat kunci terindeks Scopus,
Ari Kartiko menyatakan, faktor penting dalam kredibilitas suatu jurnal ada pada
kualitas editornya.
Idealnya, ketua
editor sudah memiliki banyak karya tulis yang terindeks Scopus; hal ini
menunjukkan rekam jejak akademik yang kuat. Selain itu, tim editorial boards
berasal dari berbagai benua, terutama dari negara-negara maju seperti Eropa,
Amerika, dan Australia. Yang tak kalah penting ialah, baik itu ketua maupun
dewan editor internasional, harus memiliki kepakaran yang linier dengan bidang
jurnalnya. “Informasi para editor jurnal bisa dicantumkan di laman jurnal,
seperti ID Scopus dan tautan yang menunjukkan jejak akademik mereka,” jelas dosen
yang saat ini menjabat sebagai EIC (Editor-in-Chief) Jurnal Munaddhomah tersebut.

Selain itu, Ari
Kartiko melanjutkan, kekhasan pada aims & scope jurnal juga menjadi kriteria
yang diinginkan pihak Scopus. Menurut pengalamannya, ia menaksir, aspek
tersebut masuk dalam bobot 20% konten jurnal. Distingsi keilmuan ini
menunjukkan bahwa suatu jurnal memiliki ruang lingkup yang jelas dan konsisten,
yang membedakannya dari jurnal lain. “Kita lihat jurnal-jurnal pendahulu yang
sudah terindeks Scopus, mana yang memiliki cakupan serupa. Setelah itu kita
pikirkan, apa cakupan yang belum ada dan sesuai dengan artikel-artikel yang
akan kita jadikan percontohan,” paparnya.
Faktor scope ini,
masih kata Ari Kartiko, sering menjadi alasan penolakan jurnal oleh tim CSAB (Content
Selection and Advisory Board) Scopus. Maka tugas pengelola saat ini ialah,
memperkuat identitas jurnalnya. “Identifikasi bidang apa yang bisa menarik penulis
internasional,” ujarnya. (nd)