MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Gubernur Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Zidney Mubarok As-Shohiby, menyambut mahasiswa baru yang disebut sebagai Dirgantara Muda 2026 dalam kegiatan PBAK Fakultas Psikologi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam sambutannya, Zidney terlebih dahulu menyampaikan penghormatan kepada jajaran pimpinan universitas dan Fakultas Psikologi, di antaranya Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., para wakil dekan, Kepala Program Studi Fakultas Psikologi, jajaran dosen dan staf, serta seluruh panitia PBAK Fakultas Psikologi.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga dan energi hingga kegiatan PBAK dapat terlaksana.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia PBAK Fakultas Psikologi yang telah mencurahkan tenaga dan energinya hingga akhirnya bisa menciptakan sebuah titik temu yang sangat luar biasa pada pagi hari ini,” ujarnya.
Zidney kemudian menyampaikan kebanggaannya karena dapat menyambut mahasiswa baru di Kampus Hijau UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di bawah panji ungu Fakultas Psikologi. Ia mengajak seluruh Dirgantara Muda untuk mengapresiasi perjuangan mereka hingga berhasil menjadi bagian dari keluarga besar UIN Malang.
Menurutnya, menjadi mahasiswa merupakan sebuah privilege atau kesempatan besar yang tidak semua pemuda dapat rasakan. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Di luar sana banyak sekali pemuda yang tidak seberuntung kalian yang bisa berada di sini. Maksimalkan privilege kalian di sini,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar perguruan tinggi. Baik UIN, UB, maupun UM, menurutnya, kesuksesan pada akhirnya sangat ditentukan oleh usaha dan kemampuan diri masing-masing.
“Jadilah mahasiswa yang mampu membesarkan nama besar kampusnya, bukan besar karena bayang-bayang nama besar kampus,” pesannya.
Lebih lanjut, Zidney mengingatkan bahwa masa perkuliahan berlangsung sangat singkat. Waktu tiga setengah hingga empat tahun akan berlalu tanpa terasa. Oleh karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang dengan mencari ruang-ruang yang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.
Ia mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai fasilitas kampus serta aktif dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan seperti DEMA, SEMA, LSO, volunteer, maupun ruang pengembangan diri lainnya.
“Keluarlah dari zona nyaman kalian. Habiskan jatah gagal kalian, habiskan jatah kecewa kalian sekarang,” serunya.
Menurut Zidney, kegagalan, kekecewaan, tenaga, dan pikiran merupakan bagian dari proses yang harus dilalui untuk mencapai kesuksesan.
“Ketika kalian ingin mendapatkan kesuksesan, ada harga mahal yang harus kalian bayar. Curahan tenaga, pikiran, hingga jatah gagal adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kesuksesan,” ungkapnya.
Ia kemudian menyampaikan pesan yang menjadi salah satu penekanan utama dalam sambutannya, bahwa “hidup yang tidak dipertaruhkan tidak layak dimenangkan.” Menurutnya, keberanian menghadapi tantangan justru dapat membuka peluang lebih besar bagi seseorang untuk berkembang.
Tidak berhenti pada pengembangan diri, Zidney juga mengingatkan mahasiswa bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar duduk di bangku perkuliahan dan mengejar nilai akademik. Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk menyuarakan kebenaran, membela masyarakat yang tertindas, serta melihat berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Jadilah agen perubahan. Terus menyuarakan kritik, ide, dan gagasan. Terus suarakan gema-gema perubahan,” tegasnya.
Untuk membangkitkan semangat perjuangan mahasiswa baru, Zidney kemudian mengajak seluruh Dirgantara Muda untuk berdiri dan mengepalkan tangan sebagai simbol perlawanan. Ia mengajak mahasiswa menggemakan sumpah mahasiswa sebagai bentuk komitmen untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan masyarakat.
Seruan tersebut kemudian ditutup dengan pekikan semangat:
“Ilmu dan bakti kuberikan, adil dan makmur kuperjuangkan!”
“Hidup mahasiswa Indonesia!”
“Hidup mahasiswa!”
“Hidup rakyat Indonesia!”
“Hidup perempuan yang terus melawan!”
Dengan penuh semangat, Zidney menutup sambutannya dengan menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa baru.
“Sekian. Welcome home, Dirgantara Muda 2026!”
Sambutan tersebut menjadi salah satu momentum penyemangat bagi mahasiswa baru Fakultas Psikologi untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan keberanian, semangat bertumbuh, kepedulian sosial, serta keberanian mengambil peran sebagai agen perubahan.