MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pelaksanaan hari kedua Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung lancar dan menyimpan kesan serta harapan besar bagi peserta. Masih terlaksana di tempat yang sama, Laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki, pada 9 Juni 2026. Salah satunya adalah Calista Aulia Hafidah. Peserta asal Bali yang mengenyam pendidikan di salah satu pesantren Kabupaten Malang.
Kepada Humas UIN Maliki, Ia menyatakan telah merantau sejak bangku Madrasah Aliyah guna menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Perempuan asal Bali itu menyatakan tentang motivasi dan prinsip utama memilih UIN Maliki sebagai tujuan UMPTKIN. “Saya terlebih ibu saya, lebih merasa aman dan terjaga dengan adanya program wajib asrama satu tahun di UIN Maliki ini,” katanya.
Menjelang hari pelaksanaan ujian, Calista juga menjelaskan mengenai strategi khusus serta kesiapannya. Perempuan domisili Malang itu mengaku telah mengikuti bimbingan belajar. “Salah satu strategi saya belajar melalui salah satu channel dan mengikuti salah satu privat bimbingan belajar,” ujar Calista.
Berharap diterima pada pilihan pertama, Calista menaruh harapan besar pada program studi Perbankan Syariah. Disertai pilihan lain yaitu program studi Tadris Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Berusaha optimis atas usaha yang disertai doa, peserta yang kerap disapa Tata itu berharap untuk berhasil pada usahanya kali ini. “Dari SNBP saya belum beruntung, begitu juga dengan SNBT kemarin. Besar harapan saya berhasil kali ini,” tegasnya.
“Begitu juga dengan teman-teman seperjuangan UMTPKIN UIN Maliki, semoga kita bisa saling berhasil,” tutup Calista.