Skip ke Konten

Rektor Gaungkan Perempuan Berdaya untuk Redam Krisis Sosial di Kota Malang pada Peringatan Harlah Muslimat NU ke-80

21 April 2026 oleh
Rektor Gaungkan Perempuan Berdaya untuk Redam Krisis Sosial di Kota Malang pada Peringatan Harlah Muslimat NU ke-80
Nafiska Sayekti Ariyani

KAMPUS 1 | Maliki Islamic University–Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya di Kota Malang. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal dan Peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU PC Muslimat NU Kota Malang yang digelar di Aula Rektorat Lantai 5 Gedung Ir. Soekarno UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Minggu, 19 April 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Silaturahmi Terjaga Menghidupkan Nilai Kartini dalam Kebersamaan” ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota Muslimat NU Kota Malang. Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan kebanggaannya sebagai bagian dari Muslimat NU yang selama ini konsisten berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan nilai-nilai keislaman.

“Saya bangga menjadi kader Muslimat, karena organisasi ini telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi umat, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Prof. Ilfi.

Lebih lanjut, Prof. Ilfi menegaskan bahwa Muslimat NU tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai kekuatan sosial yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Perempuan, menurutnya, memiliki posisi penting dalam membangun peradaban, dimulai dari lingkup keluarga hingga kehidupan sosial yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilfi juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang menjadi tantangan di Kota Malang, seperti meningkatnya kasus pelecehan dan kekerasan seksual serta kasus bunuh diri. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan persoalan kesehatan mental yang masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Sebagai seorang perempuan, kita tidak bisa menutup mata terhadap realitas ini. Masih banyak terjadi pelecehan, kekerasan seksual, bahkan kasus bunuh diri. Ini menjadi alarm bahwa ada persoalan kesehatan mental yang harus kita tangani bersama,” tegas Prof. Ilfi.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mental dan sosial. Oleh karena itu, seluruh kader Muslimat NU diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam edukasi, pendampingan, serta penguatan nilai-nilai keluarga di tengah masyarakat.

Prof. Ilfi juga menekankan bahwa perempuan harus memiliki bekal yang kuat, baik dari sisi pendidikan, spiritualitas, mentalitas, maupun akhlakul karimah. Hal ini penting karena perempuan, khususnya ibu, merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan.

“Ibu adalah madrasah pertama. Jika ibunya kuat secara pendidikan, spiritual, dan mental, maka akan lahir generasi yang kuat pula. Di sinilah pentingnya perempuan untuk terus belajar dan berdaya,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Muslimat NU. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat program pemberdayaan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat, khususnya di wilayah Malang Raya.

di dalam Artikel

Editor:
Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani, Muhammad Ighfar bi Fadiluka, Amelia Dea Divanda
Fotografer: Ariel Alvi Zahry
Rektor Gaungkan Perempuan Berdaya untuk Redam Krisis Sosial di Kota Malang pada Peringatan Harlah Muslimat NU ke-80
Nafiska Sayekti Ariyani 21 April 2026
Share post ini
Label
Arsip